Pilu Alwi Balita Derita Hidrosefalus Asal Kudus

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 24 Feb 2022 14:30 WIB
Alwi bocah penderita hidrosefalus asal Kudus, Kamis (24/2/2022).
Alwi bocah penderita hidrosefalus asal Kudus, Kamis (24/2/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Kudus -

Berada di gendongan ibunya, Muhammad Alwi Ghanim (3) bocah penderita hidrosefalus (hydrocephalus) asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus berjuang untuk sembuh. Alwi, begitu sapaannya menderita penyakit hidrosefalus sejak dalam kandungan ibunya.

Alwi merupakan anak pertama dari pasangan suami istri, Ngatmini (30) dengan Abdul Gofur (30). Alwi tinggal di rumah sederhana, di Desa Cranggang, Kecamatan Dawe.

Saat ditemui detikJateng, Alwi berada di gendongan ibunya beralaskan sebuah bantal. Sesekali Alwi terlihat merengek dan seketika diayun-ayun ibunya agar tidak menangis.


Alwi kini tengah menjalani perawatan jalan. Dua kali sepekan, Alwi mesti di rumah sakit. Ibunda Alwi, Ngatmini mengatakan jika Alwi menderita hidrosefalus sejak masih di kandungannya.

"Usianya tiga tahun, Dik Alwi itu sakit dari dalam kandungan," jelas Ngatmini ditemui di kediamannya Desa Cranggang Kecamatan Dawe, Kamis (24/2/2022).

Menurutnya sejak kecil sampai berusia 3 tahun, Alwi sudah menjalani operasi sebanyak empat kali di rumah sakit. Dia mengatakan selama operasi telah dibantu oleh BPJS Kesehatan.

"Pengobatan alhamdulillah di-cover BPJS Kesehatan, ya alhamdulillah di RS Mardi Rahayu Kudus. Dik Alwi ini kan sudah melakukan operasi empat kali, alhamdulillah di RS Mardi Rahayu Kudus sudah bisa," jelas dia.

Ngatmini mengatakan Alwi kini tengah berjuang untuk sembuh. Kondisi terkini pun sudah membaik dengan bantuan yang ada.

"Dik Alwi semakin baik, satu tahun sebelumnya sering opname, sering masuk rumah sakit. Sekarang lebih baik tidak pernah masuk rumah sakit," terang dia.

"Memang sekarang kurus, tapi alhamdulillah kondisinya sehat," sambung Ngatmini.

Ngatmini merasa kesusahan untuk merawat anak pertamanya itu. Sebab suaminya hanya pekerja menjadi penjaga toko buku. Penghasilnya pun pas-pasan. Sedangkan dirinya hanya seorang ibu rumah tangga.

"Pas ada uang saya masakin dik Alwi kalau pas tidak ada kami beli bubur instan, kalau instan kan bisa berminggu-minggu. Kalau masak sekali masak bisa habis Rp 30 ribu. Soalnya kalau makan dikasih keju, jadi sekitar habis Rp 30 ribu untuk sekali makan," ucap Ngatmini.

Ngatmini menambahkan, anaknya saat ini membutuhkan susu khusus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia pun berharap agar ada uluran tangan dari pemerintah daerah.

"Alhamdulillah semua keluarga terima kasih sama Pak Bupati sudah mau datang ke sini, sudah membantu Dik Alwi karena memang Dik Alwi membutuhkan susu khusus dan alhamdulillah Pak Bupati sudah mau membantu," jelas dia.

Pada kesempatan itu rombongan Bupati Kudus HM Hartopo berkunjung di kediamannya Alwi bocah penderita hidrosefalus. Menurutnya pemerintah berupaya membantu meringankan kebutuhan orang tua Alwi. Hartopo mendoakan agar Alwi segera sembuh dari penyakit hidrosefalus.

"Memang perlu perawatan lebih lama dan harus sabar, perlu terapi yang lama juga. Maka dari itu ini banyak empati atau simpatisan dari anak ini, semoga ini bisa bermanfaat. Karena ini perlu pembiayaan yang banyak, wira-wiri operasional," jelas Hartopo ditemui di lokasi siang ini.

"Perawatan ini sudah ada BPJS, nah tapi untuk operasional untuk pembelian susu, karena ibu belum bekerja, bapaknya hanya penjaga toko. Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa sembuh pulih dan tidak perlu perawatan berkepanjangan," tambah dia.



Simak Video "Warga Berebut Nasi Berkat Buka Luwur Sunan Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)