Suara Hati Jemaah Masjid-masjid yang Tersisa dari Proyek Tol di Klaten

Achmad Syauqi - detikJateng
Jumat, 28 Jan 2022 15:13 WIB
Sebuah masjid masih berdiri meski bangunan di sekelilingnya sudah dirubuhkan untuk proyek Jalan Tol Solo-Jogja.
Masjid terdampak Tol Solo-Jogja. (Foto: Achmad Syauqi/ detikJateng)
Klaten -

Empat masjid di Kecamatan Polanharjo dan Karanganom, Klaten, Jawa Tengah diterjang proyek Tol Jogja-Solo. Masjid-masjid itu masih dibiarkan berdiri meskipun warga di sekitarnya sudah pindah.

Pengurus wakaf atau Nazir Masjid Attaqwa Dusun Mendungan, Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Muji Suyamto (55) mengatakan masjid masih digunakan warga hingga saat ini. Meski jumlah jemaah jelas berkurang dibanding sebelum rumah-rumah di sekitarnya dibongkar.

"Ya berkurang, masalahnya penduduknya kan sebagian sudah pindah. Dulu sampai tiga saf tapi sekarang paling satu saf di luar Jumat," jelas Muji kepada detikJateng di dekat masjid Attaqwa, Jumat (28/1/2022).

Menurut Muji, masjid masih digunakan warga dengan sepengetahuan pejabat pembuat komitmen (PPK) tol. Masjid ini juga belum dirobohkan karena masih menunggu penggantinya dibangun.

"Belum dirobohkan, masih menunggu ganti. Bahkan PPK bilang sebelum ada ganti masih bisa digunakan," ungkap Muji.

Di dusunnya, sebut Muji, ada 24 KK yang rumahnya terdampak proyek tol dan sebagian pindah. Meski begitu, masih ada jemaah yang sholat di masjid tersebut.

"Jemaah tidak mati. Kalau Jumatan masih penuh karena jamaah dari beberapa RW sekitarnya," terang Muji.

Masjid tersebut, tutur Muji, dibangun warga sejak masih berupa musala dengan bangunan bukuran kecil. Tahun demi tahun bangunannya dibesarkan dan direnovasi.

"Tapi nanti gantinya hanya di barat masjid yang lama, tanahnya malah cukup luas," terang Muji.

Diwawancara terpisah, Takmir Masjid Nur Hidayah Dusun Ronggo Lanang, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Utomo (58), menambahkan lokasi masjidnya nanti merupakan bagian tengah tol.

"Seluruhnya kena tol, bahkan pas di as tengah jalan tol. Tapi masih digunakan dan jamaah masih ramai meskipun berkurang," ungkap Utomo kepada detikJateng di rumahnya, hari ini.

Masjid Nur Hidayah belum dirobohkan, ucap Utomo, karena lokasi penggantinya belum ada dan tanahnya masih diproses. Sebelum ada masjid baru, masjid yang ada saat ini tidak akan dirobohkan.

"Kata PPK tol menunggu pemecahan tanahnya, jadi sebelum masjid baru dibangun, yang lama tidak akan dirobohkan," sebut Utomo.

Warga Dusun Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Erwin (22), membenarkan jemaah masjid itu masih ada. "Masih digunakan sholat jemaah meskipun jumlah jemaah berkurang karena sudah pada pindah. Rumah sudah pada dibongkar tapi jemaah masjid tidak mati," ucap Erwin kepada detikJateng.

Sementara itu, Kepala Seksi pengadaan tanah BPN Klaten, Sulistyono, menjelaskan ganti rugi untuk tempat ibadah belum cair hingga saat ini. Proses pencairan uang ganti rugi itu, kata Sulistyono masih berlangsung.

"Untuk rumah ibadah atau wakaf belum cair uang ganti keuntungan (UGK). Masih menunggu ijin pelepasan badan wakaf Propinsi, jadi tetap boleh digunakan karena belum ada pelepasan," terang Sulistyono saat dihubungi detikJateng.



Simak Video "Baliho Raksasa Ajak Nikah Mbak Maya Nangkring di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)