Omicron Mulai Masuk Jateng, Ganjar: Masih Terkendali

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 18:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Gubernur Sumatera Barat di Semarang.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta warganya tidak panik dengan adanya kasus Omicron. Ia meminta sample kasus COVID-19 di daerah dilakukan tes whole genome sequence (WGS).

Hal itu diungkapkan Ganjar saat ditanya terkait berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) setelah ada kasus Omicron di Jawa Tengah. Ia menjelaskan penanganannya sama ketika varian Delta terjadi, yaitu ketika ada kasus COVID-19 maka kegiatan dihentikan.

"Sampai hari ini masih terkendali, kemarin ada laporan dari Wonogiri. Nggak apa, sama kaya waktu kita menangani Delta aja. begitu terjadi kasus, tutup, tracing, biasa saja, tidak perlu panik, tidak apa-apa. Memang ada beberapa catatan yang saya sampaikan kepada dinas untuk mengawasi, dinas pendidikan khususnya, saya minta laporan setiap hari," kata Ganjar usai bertemu Gubernur Sumatera Barat di Gedung Gradhika, Kamis (27/1/2022).

Ganjar mengakui kasus COVID-19 yang mulai meningkat tidak menutup kemungkinan jika itu varian Omicron. Maka ia mendesak agar tes WGS dilakukan untuk mengetahui jenis variannya.

"COVID mulai meningkat, Omicron sudah ditemukan. Banyumas kemarin ada (kasus COVID-19), tadi pagi bupati kontak saya, disampaikan ke saya kayaknya meningkat lagi, ati-ati, kemungkinan itu Omicron cuma saya belum mendapatkan sampelnya maka saya minta seluruh bupati, begitu ada kondisi yang meningkat sampelnya diperiksakan ke alat kita di WGS kita sehingga kita bisa melakukan back up untuk kita bisa tahu kondisi yang ada, jadi tiap hari kita mendapatkan laporan kondisi penanganan COVID-19-nya," jelas Ganjar.

"Umpama kasus yang muncul di beberapa tempat, di Kabupaten Kebumen misalnya ada satu SMP, terus di Klaten ada dua SMP yang lain nol semua. Kalau kita melihat kondisi begini sih kita agak tenang, jumlahnya ada tiga di tempat itu," imbuhnya.

Ganjar juga menegaskan percepatan vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 untuk terus dilakukan. Karena cukup mengkhawatirkan jika sekolah tatap muka dan siswanya belum divaksin.

"Kita lakukan percepatan juga untuk vaksinnya, khususnya anak-anak usia 6-11 karena belum divaksin. Kita lakukan percepatan untuk mereka kita lindungi, apalagi yang sekolah. Kita deg-degan juga melihat anak-anak sekolah tapi belum divaksin dan kondisinya ada Omicron seperti ini. Kalau divaksin kan minimal bisa mem-protect," jelasnya.



Simak Video "Salat Id di Simpang Lima Semarang, Ganjar Jadi Sasaran Selfie Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)