Ganjar Posting Halu Sama Lisa Blackpink, Usaha Gaet Suara Milenial?

Jauh Hari Wawan S. - detikJateng
Selasa, 25 Jan 2022 14:49 WIB
Ganjar Pranowo posting video ala-ala halu sama Lisa Blackpink.
Ganjar Pranowo posting video ala-ala halu sama Lisa Blackpink. (Foto: Tangkapan layar akun Twitter Ganjar Pranowo @ganjarpranowo)
Sleman -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat postingan video di akun media sosial pribadinya. Dalam postingan itu, Ganjar ala-ala 'halu' dengan member girlband asal Korea, Lisa Blackpink.

Pakar politik UGM Wawan Mas'udi melihat hal itu sebagai strategi Ganjar untuk mendulang suara para pemilih milenial. Seperti diketahui, Lisa Blackpink punya basis fans yang besar di Indonesia.

"Ya yang pasti, meskipun (2024) masih jauh tapi upaya untuk melakukan pemanasan mesin politik maupun untuk memperkuat citra diri di depan pemilih ini terus dilakukan," kata Wawan saat dihubungi wartawan, Selasa (25/1/2022).

Salah satu upaya untuk memperkuat citra diri di depan pemilih yakni dengan melakukan political segmentation. Artinya pemilih bisa dibagi dalam berbagai kelompok, berbagai segmen dan masing-masing segmen itu punya karakteristik sendiri.

"Ketika Pak Ganjar misalkan mengesankan diri dekat, kenal, tahu, sekaligus menjadi bagian dari fans kelompok musik tertentu itu kan bagian dari segmentasi itu, bahwa saya menjadi bagian dari anda," jelasnya.

Ganjar Pranowo posting video ala-ala halu sama Lisa Blackpink.Ganjar Pranowo posting video ala-ala halu sama Lisa Blackpink. Foto: Tangkapan layar akun Twitter Ganjar Pranowo @ganjarpranowo

"Bahwa ini menjadi bentuk-bentuk awal dari proses untuk melakukan segmentasi politik yang dilakukan oleh Pak Ganjar dalam rangka membangun citra diri atau kedekatan dengan calon-calon pemilih atau kelompok pemilik," sambungnya.

Langkah yang dilakukan oleh Ganjar, menurut Wawan memang sudah diaplikasikan oleh tokoh-tokoh yang disebut bakal maju dalam Pilpres 2024. Seperti Erick Tohir dengan BTS-nya dan Ridwan Kamil dengan remake video Noah berjudul Yang Terdalam di Instagramnya.

Wawan menjelaskan, strategi seperti ini merupakan upaya untuk memetakan pemilih di 2024. Yang dilakukan Ganjar, yakni pemetaan berdasarkan demografi.

"Masing-masing kemudian mencoba setelah memiliki peta ini kan strategi untuk bisa dekat, masuk, dan kemudian ada di memori pemilih beda-beda. Kalau ke petani strategi Ganjar seperti itu tadi tidak laku," katanya.

Akan tetapi, hal seperti ini menurut Wawan sudah sering dilakukan oleh Ganjar. Seperti dulu saat Ganjar hadir dalam berbagai acara konser musik metal.

"Tapi kalau track record Ganjar masuk ke hype culture itu bukan cerita baru, dulu kan Ganjar suka musik metal bahkan hadir di beberapa festival musik rock," ujarnya.

"Ini merupakan bagian dari strategi politik untuk bisa membangun engagement bisa membangun memori di segmen-segmen pemilih tertentu," imbuhnya.

Soal efektif atau tidaknya strategi ini, Dekan Fisipol UGM itu bilang jika hasilnya baru akan terlihat saat pemilu. Namun dalam proses kampanye upaya ini menjadi penting.

"Kan selalu dua sisi kampanye politik itu. (Dari sisi) Kampanyenya sendiri dengan penerimaan kampanye itu. Penerimaan tadi kan dalam bentuk dukungan politik, yang riil ya pemilu. Tapi sebelum itu bisa dalam bentuk popularitas, elektabilitas," ucapnya.

Jika popularitas Ganjar di kalangan muda mudi meningkat berkat postingan itu, Wawan menilai jika strategi yang digunakan Ganjar efektif.

"Artinya kalau misalnya elektabilitas dan popularitas Ganjar di kalangan pemilih pemuda itu naik ya jangan-jangan strategi ini bisa menjadi strategi yang efektif. Ini kan percobaan-percobaan, apakah strategi ini jalan atau tidak. Selalu seperti itu," pungkasnya.



Simak Video "Ceramah Tarawih di Kampus UGM, Ganjar 'Disambut' #SaveWadas"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/rih)