Pemotor Santuy Lawan Arus di Jalan Jogja-Solo Tak Ditahan, Ini Alasannya

Achmad Syauqi - detikJateng
Sabtu, 22 Jan 2022 18:25 WIB
Pemotor santuy lawan arah di Jalan Yogya-Solo Klaten, Jumat (21/1/2022)
Pemotor santuy lawan arah di Jalan Yogya-Solo Klaten, Jumat (21/1/2022). (Foto: dok. tangkapan layar IG kabar_klaten)
Klaten -

Polisi mengungkap identitas pemotor viral berpakaian mirip seragam sekolah yang melaju melawan arah di Jalan Jogja-Solo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Polisi memutuskan tidak menahan pelaku meski aksinya membahayakan keselamatan orang lain. Berikut alasan polisi.

"Kita kenakan tilang, membuat pernyataan dan pembinaan kepada orang tuanya. Pasal yang disangkakan pasal 287 ayat 1 UU 22/ 2009 dengan ancaman kurungan 2 bulan dan atau denda Rp 500.000," ujar Kasat Lantas Polres Klaten AKP Muhammad Fadhlan kepada wartawan di Mapolres Klaten, Sabtu (22/1/2022).

Fadhlan menyebut, pelaku masih berstatus pelajar dengan usia masih di bawah umur. Hal tersebut menjadi pertimbangan petugas untuk memberikan pembinaan dengan menghadirkan orang tua pelaku.

"Tapi karena di bawah umur kita lakukan pembinaan sekaligus (mendatangkan) orang tuanya," pungkas Fadhlan.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan pemotor berpakaian mirip seragam sekolah melaju melawan arah di Jalan Jogja-Solo, Kecamatan Prambanan, Klaten, yang aksinya viral di media sosial. Pemotor tersebut ternyata seorang pelajar berusia di bawah umur.

"Berkaitan kejadian yang viral di media sosial, tadi malam sudah diamankan unit Gakkum Sat Lantas Polres Klaten. Yang bersangkutan berinisial FN, 16 tahun, bertempat tinggal di Kecamatan Kemalang. Dia seorang pelajar SMK swasta di Prambanan," ungkap Kasat Lantas Polres Klaten AKP Muhammad Fadhlan kepada wartawan di Mapolres Klaten, Sabtu (22/1/2022).

Diterangkan Fadhlan, setelah aksi melawan arus itu viral, Jumat (21/1), polisi langsung melakukan penyelidikan. Petugas menghubungi pengunggah video dan meminta rekaman.

"Kita minta dikirim rekaman, kita profiling, CCTV ternyata tidak ada. Kita cek jenis pakaian di mana dia sekolah, kemudian mengerucut satu sekolah," sambung Fadhlan.

Begitu mengerucut sekolah, jelasnya, tim mendalami teman-teman pelaku dan mengecek ke bagian tata usaha sekolah. Keterangan para saksi mengerucut pada nama FN.

"Mengerucut satu nama, betul FN lalu kita datangi rumahnya dan kita mintai keterangan. Kita terima kasih untuk yang memviralkan, akhirnya kita bina sekaligus orang tuanya," jelas Fadhlan.

(aku/mbr)