Jalur Alternatif Boyolali-Magelang di Tlogolele Tertimbun Longsor

Ragil Ajiyanto - detikJateng
Sabtu, 22 Jan 2022 06:57 WIB
Longsor  menutup akses jalan alternatif Boyolali - Magelang di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo.
Longsor menutup akses jalan alternatif Boyolali-Magelang di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. (Foto: Istimewa)
Boyolali -

Hujan deras sejak Jumat kemarin siang menyebabkan tanah longsor di sejumlah titik di Kabupaten Boyolali. Tanah longsor juga menutup total jalan alternatif Boyolali-Magelang di wilayah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo hingga dini hari tadi.

"Iya, saya tadi sudah cek di beberapa titik terkait kejadian (tanah longsor) di Tlogolele," kata Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah, saat dihubungi detikJateng, Jumat malam (21/1).

Neigen mengatakan, tanah longsor di beberapa titik di wilayah Tlogolele itu terjadi pada Jumat malam (21/1).

"Yang pertama di jalur Tlogolele-Klakah, tepatnya di selatan Dam Kali Apu atau utara Dukuh Karang (Tlogolele). Di situ terjadi longsor yang cukup besar, panjangnya sekitar 7 sampai 10 meter," kata Neigen.

Tanah longsor itu menutup seluruh badan jalan alternatif Boyolali-Magelang yang melintasi Tlogolele. Walhasil, jalan di atas Dam Kali Apu itu tidak bisa dilalui. "Selain tanah longsor) ada pohon besar juga (yang ambruk) menutup jalan tersebut," imbuh Neigen.

Neigen mengimbau masyarakat yang akan bepergian dari Kabupaten Boyolali ke Magelang atau sebaliknya agar tidak melewati jalur alternatif Dam Kali Apu atau Desa Tlogolele ini.

Selain di jalur alternatif tersebut, Neigen berujar, tanah longsor juga menutup badan jalan Tlogolele-Wonolelo (Magelang). "Jadi, mobil dan motor tidak bisa masuk ke Desa Tlogolele melalui dua jalur itu. Harus memutar melalui Magelang," ujar Neigen.

Selain tanah longsor, ada satu rumah warga di Desa Tlogolele yang tersambar petir saat hujan masih mengguyur. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. "Yaitu rumah Ibu Semi, warga Dukuh Gumuk. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, cuma listriknya padam," terangnya.

Neigen menjelaskan tanah longsor yang menutup dua badan jalan itu akan disingkirkan pada Sabtu pagi (22/1). Sebab, timbunan tanahnya cukup banyak dan panjang, sehingga butuh alat berat. "Infonya besok pagi BPBD (Boyolali) juga baru akan menurunkan alat berat," pungkas Neigen.



Simak Video "Tanah Longsor di Jayapura, 3 Korban Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)