Tanah Gerak di Banjarnegara, 2 Rumah Warga Dikosongkan

Uje Hartono - detikJateng
Jumat, 21 Jan 2022 16:48 WIB
Kondisi rumah warga yang rusak di Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara akibat tanah gerak
Kondisi rumah warga yang rusak di Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara akibat tanah gerak (Foto: Uje Hartono/detikJateng)
Banjarnegara -

Dua rumah warga di Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara rusak akibat tanah gerak. Akibatnya delapan jiwa yang tinggal di kedua rumah itu diungsikan.

Pantauan detikJateng pada Jumat (21/1), rumah warga yang terdampak itu rusak di bagian dinding dan lantainya retak. Lebar retakan mencapai 20 sentimeter.

Korban tanah gerak di Desa Aribaya, Sarwan, mengatakan hujan deras yang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan pergerakan tanah. Kondisi ini menurutnya berdampak pada bangunan rumah warga.

"Dinding dan lantainya retak. Ada yang lebar retakannya sampai 20 sentimeter," ujar Sarwan saat ditemui di Desa Aribaya, Jumat (21/1/2022).

Dengan kondisi tersebut, Sarwan bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya. Sebab, saat hujan terasa ada pergerakan tanah, dan membuatnya takut berada di dalam rumah.

"Saya takut bangunan ambruk. Makanya kami mengungsi ke rumah saudaranya untuk sementara waktu, karena kalau pas hujan deras itu tanah masih bergerak," ceritanya.

Saat ini, Sarwan menyebut ada dua rumah yang sudah dikosongkan. Dia menyebut ada 11 rumah warga lainnya yang ikut terancam jika tanah masih terus bergerak.

"Kalau yang dikosongkan ada 2 rumah yang dihuni 8 jiwa. Tapi kalau masih seperti ini terus bisa sampai 11 rumah," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Andri Sulistyo mengapresiasi langkah warga yang sudah melakukan pengungsian mandiri. Saat ini, pihaknya masih memantau perkembangan kondisi tanah di desa tersebut.

"Kami apresiasi warga yang sudah mau mengungsi mandiri. Nanti kalau kondisinya masih seperti ini dan ada penambahan warga yang mengungsi akan kami kirim logistik," kata Andri.

Andri menambahkan pihaknya akan segera melakukan kajian dengan menggandeng Badan Geologi soal tanah gerak. Pihaknya bakal mengkaji potensi terjadinya longsor atau pergerakan tanah.

"Dalam waktu dekat ini kami melakukan kajian dengan menggandeng Badan Geologi untuk melihat kondisi tanah di Desa Aribaya," tambahnya.



Simak Video "Penampakan Hujan Es yang Terjang Banjarnegara"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/rih)