Akses Jalan Longsor Petungkriono Pekalongan Dibuka, Motor Bisa Melintas

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 19:13 WIB
Proses pembukaan jalur yang tertimbun longsor di Petungkriono Pekalongan, Kamis (20/1/2022).
Proses pembukaan jalur yang tertimbun longsor di Petungkriono Pekalongan (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pekalongan -

Akses jalan yang tertimbun longsor di jalur Doro-Petungkriono Kabupaten Pekalongan kini sudah mulai dibuka. Dari 12 titik longsor, mayoritas sudah bisa dilalui, namun baru untuk sepeda motor.

"Hari ini kita mengerahkan 150 personel TNI dibantu warga dan pihak kecamatan,membuka jalan yang tertutup material longsor yang sebelumnya terjadi," kata Komandan Kodim 0710 Pekalongan, Letkol Hamonangan Lumban Toruan, saat ditemui di titik longsor, Pekalongan, Kamis (20/1/2022).

"Melihat kondisi tutup material longsor dibutuhkan waktu tiga hari agar akses dari bawah (Doro) menuju ke Petungkriono bisa dilintasi oleh semua moda kendaraan," jelasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo mengatakan selain tanah longsor di wilayahnya juga terjadi banjir. Banjir ini terjadi akibat limpasan air dari sungai.

"Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Pekalongan terjadi longsor dan bencana banjir," kata Budi hari ini.

Proses pembukaan jalur yang tertimbun longsor di Petungkriono Pekalongan, Kamis (20/1/2022).Proses pembukaan jalur yang tertimbun longsor di Petungkriono Pekalongan, Kamis (20/1/2022). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Titik longsor

Menurutnya, longsor terjadi di berbagai titik wilayah yakni di Jalan Kabupaten Doro-Petungkriono lokasi di desa Kayupuring, Petungkriono, longsor di Jalan Karanganyar-Lebakbarang tepatnya di desa Bantarkulon kecamatan Lebakbarang, Jalan Dukuh Parakan Sidomulyo (Lebakbarang) dan Jalan Dukuh Petungkon Desa Tembelangunung (Lebakbarang). Kemudian di Jalan Desa Rogoselo-Pungangan dan Jalan di Desa Lemah Abang-Sidoharjo (kecamatan Doro) serta longsoran talud rumah di Desa Krandegan, Kecamatan Paninggaran.

Sementara itu, banjir yang terjadi akibat limpasan air sungai terjadi di Desa Galangpengampon Kecamatan Wonopringgo, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kelurahan Kedungwuni Barat, Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto, Desa Kutosari Karanganyar, Desa kedungpatangewu Kecamatan Kedungwuni, dan Desa Pakisputih Kecamatan Kedungwuni.

"Untuk banjir ketinggian air antara 20-80 sentimeter. Penyebabnya hujan lebat di wilayah Kabupaten Pekalongan sehingga Sungai Sengkarang dan Sungai Welo meluap melimpas ke permukiman," urainya.

"Saat ini untuk wilayah selatan sudah surut hanya saja di wilayah utara seperti Wonokerto masih ada genangan sedikit," tambahnya.

Budi menambahkan dari peristiwa dua bencana tersebut tidak ada korban jiwa.



Simak Video "Tim Gabungan Berhasil Temukan Satu Lagi Korban Tewas Longsor Pasaman"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ahr)