Hujan Picu Banjir di Klaten, Rombongan Puan Terjebak-100 Rumah Terendam

Achmad Syauqi - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 18:47 WIB
Hujan lebat picu banjir luapan di Klaten.
Hujan lebat picu banjir luapan di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikJateng)
Jakarta -

Hujan lebat memicu banjir luapan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Delanggu dan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Luapan ini membuat seratusan rumah terendam air.

Pantauan detikJateng, banjir luapan ini merendam ruas jalan Delanggu-Polanharjo di simpang lima Gayam, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu. Banjir luapan saluran dan sawah memicu air setinggi satu meter merendam jalan.

Warga menutup akses jalan ke arah Umbul Ponggok tersebut sebab beresiko membuat mesin kendaraan macet. Arus lalu lintas dialihkan masuk kampung yang juga kebanjiran tetapi lebih rendah.

Mobil rombongan Ketua DPR RI Puan Maharani yang sebagian pulang dari acara tebar benih ikan di Desa Nganjat sempat terjebak, sebab tidak mungkin lewat kampung. Lima mobil dengan pengawalan polisi ini akhirnya menerjang banjir.

Hujan lebat picu banjir luapan di Klaten.Mobil rombongan Puan menerjang banjir luapan di Klaten. Foto:Tangkapan layar grup Klaten Tangguh Bencana

Di Dusun Kalitengah, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, air luapan sawah dan saluran irigasi merendam pemukiman. Seratusan rumah terendam dengan ketinggian sekitar 70 centimeter.

Tokoh masyarakat Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Parjo mengatakan di Dusun Kalitengah ada sekitar 100 rumah. Air masuk kampung karena luapan.

"Air luapan dari sungai dan sawah tapi sudah sering terjadi. Sebab posisi kampung lebih rendah dari saluran dan sawah. Ada seratusan rumah terendam," ucap Basuki.

Di Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, air masuk ke perkampungan sampai satu meter. Air merendam rumah penduduk di tepi sungai.

"Betul yang terendam di tepi sungai. Baru kali ini air sampai rumah," jelas warga Desa Krecek, Iwan kepada detikJateng, Kamis (20/1/2022).

Di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, air setinggi lutut merendam enam rumah akibat hujan sejak pukul 13.00 WIB. Air berasal dari luapan saluran di Dusun Tegalsari.

"Ada enam rumah terendam karena aliran dari saluran meluap. Ini berangsur surut, " kata Kades Kranggan, Gunawan Budi Utomo.

Warga Desa Mendak, Markonah mengatakan di simpang lima Gayam arah Polanharjo sering terendam. Sebab jalan berupa cekungan.

"Jalannya rendah padahal timurnya tinggi. Sering banjir setinggi setengah meter jika hujan," kata dia.

Diwawancarai secara terpisah, Kalak BPBD Kabupaten Klaten Sri Winoto mengatakan pendataan masih dilakukan. Tim sudah mengecek lokasi.

"Kita masih terus cek lokasi. Tim masih di lapangan," kata Sri Winoto kepada detikJateng.



Simak Video "Warga Desa di Klaten Demo Pembangunan Pabrik Tekstil"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ams)