Mengintip Saluran Kuno Buatan Belanda di Bawah Jalan Jogja-Solo Klaten

Achmad Syauqi - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 13:04 WIB
Saluran kuno di bawah Jalan Yogyakarta-Solo, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Selasa (19/1/2022).
Saluran kuno di bawah Jalan Jogja-Solo, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Selasa (19/1/2022). (Foto: Achmad Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Sekitar 20 orang petani di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten Jawa Tengah mengeruk saluran bawah tanah kuno di bawah badan Jalan Raya Jogja-Solo. Saluran buatan Belanda itu masih difungsikan untuk mengairi sawah.

"Saluran ini untuk mengairi sawah. Luasnya sekitar 6 hektare," jelas Sekdes Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Suwardi, kepada detikJateng, Rabu (19/1/2022).

Pantauan detikJateng di lokasi, saluran berada di bawah jalan raya memotong ke barat dan timur. Di barat dan timur jalan ada sumur kecil ukuran 1,5x 1,5 meter.

Petani harus masuk hingga sedalam sekitar 6 meter untuk sampai ke mulut saluran. Sebagian petani masuk ke saluran dan sebagian lainnya menarik sampah dan sedimen dengan timba.

Sambil ikut membersihkan saluran bersama puluhan petani, Suwardi menjelaskan saluran kuno dibuat pemerintah Hindia Belanda. Awalnya saluran itu berfungsi untuk pembuangan air ke Sungal Jebol, Klaten.

"Tapi karena Belanda terus perang, pembangunan tidak dilanjutkan, digunakan untuk sawah," ungkapnya.

Saluran air tersebut, sambung Suwardi, selama ini mengairi sawah seluas sekitar 6 hektare di desanya. Apabila saluran ini tersumbat, suplai air ke sawah di timur Jalan Jogja-Solo terhambat.

Saluran kuno di bawah Jalan Yogyakarta-Solo, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Selasa (19/1/2022).Saluran kuno di bawah Jalan Jogja-Solo, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Selasa (19/1/2022). (Foto: Achmad Syauqi/detikJateng)

"Kalau tersumbat air tidak sampai sehingga kita bersihkan. Karena tersumbat sampah dan sedimen," sebut Suwardi.

Pembersihan siphon itu, kata Suwardi, sudah berlangsung empat hari tapi belum selesai hingga saat ini. Puluhan petani bahu membahu membersihkan saluran tersebut.

Saluran kuno di bawah Jalan Yogyakarta-Solo, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Selasa (19/1/2022).Saluran kuno di bawah Jalan Jogja-Solo, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Selasa (19/1/2022). (Foto: Achmad Syauqi/detikJateng)

"Sudah empat hari ini pembersihan dan mengerahkan 23 petani setiap hari. Saluran dalamnya enam meter di bawah jalan raya, panjangnya sekitar 20 meter," jelas Suwardi.

Salah seorang petani, Suratin, yang ikut membersihkan saluran ini, mengatakan saluran itu dibersihkan tiga tahun sekali.

"Airnya dialirkan dari barat ke timur jalan, melalui terowongan bawah tanah. Nanti lewat saluran samping ruko itu ke timur," kata Suratin (55) pada detikJateng di lokasi.

Petani lain, Legiman, menjelaskan ada 10 orang petani yang masuk ke dalam saluran itu.

"Ya harus masuk di bawah jalan raya, ada 10 orang yang masuk. Tersumbat sampah dan tidak mengalir saat ini," terang Legiman.



Simak Video "Baliho Raksasa Ajak Nikah Mbak Maya Nangkring di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)