Nelayan Blokir Jalingkut Kota Tegal, Protes Layanan Izin Alat Tangkap

Imam Suripto - detikJateng
Rabu, 19 Jan 2022 18:28 WIB
Nelayan memblokir jalur lingkar utara (Jalingkut) Kota Tegal, Rabu (19/1/2022).
Nelayan memblokir jalur lingkar utara (Jalingkut) Kota Tegal, Rabu (19/1/2022). Foto: Imam Suripto/detikJateng
Kota Tegal -

Nelayan di Kota Tegal, Jawa Tengah, menggelar aksi protes dengan memblokir jalan lingkar utara (Jalingkut). Mereka mengeluhkan lambannya proses perizinan peralihan alat tangkap dari cantrang ke jaring kantong bertarik.

Aksi ini dimulai di depan kantor Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tegalsari, Kota Tegal. Kemudian massa melanjutkan aksinya dengan memblokir jalan lingkar utara.

Salah satu nelayan, Suryadi, mengatakan nelayan kecewa karena lambannya proses perizinan peralihan alat tangkap. Akibatnya, tidak sedikit nelayan yang diminta putar balik saat melaut untuk mengurus perizinan peralihan alat tangkap. Namun, setelah kembali ke darat, proses perizinan tidak segera dilakukan.

"Kita diminta putar balik untuk mengurus izin dan kita sudah menurut. Tetapi, belum juga dilakukan cek fisik sebagai bagian dari proses perizinan peralihan alat tangkap," kata Suryadi di Tegal, Rabu (19/1/2022).

Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah Riswanto mengatakan berdasarkan hasil sosialisasi pada 3 Januari 2022 lalu, nelayan yang masih menggunakan alat tangkap cantrang akan diminta putar balik untuk mengurus perizinan peralihan alat tangkap. Terkait aturan itu, Riswanto menyebut nelayan sudah komitmen kembali ke pelabuhan perikanan pantai Tegalsari untuk mengurusnya.

"Nelayan Kota Tegal khususnya sudah berkomitmen dengan kembali ke pelabuhan untuk mengurus izin," kata Riswanto.

Riswanto berharap komitmen nelayan ini dibarengi dengan pelayanan proses perizinan yang cepat. Sehingga nelayan bisa segera kembali melaut dengan tenang tanpa rasa waswas.

"Nelayan sudah komitmen pulang untuk mengurus perizinan. Hendaknya ini dibarengi dengan pelayanan yang cepat dalam mengurus perizinan,. Empat bulan lalu kita sudah mengajukan perizinan melalui online. Namun, ternyata kendalanya masih menggunakan sistem reguler," ungkapnya.

Menanggapi aksi nelayan, staf PSDKP Tegalsari, Handi Juwariyadi, mengatakan saat ini tim yang akan melakukan cek fisik masih dalam perjalanan. Diperkirakan hari ini akan tiba di Kota Tegal.

"Ada dua tim sebenarnya, tetapi yang satu tim ke Juwana. Saat ini masih dalam perjalanan," ujar Handi saat menemui perwakilan nelayan.

Terkait masukan dari nelayan, kata Handi, pihaknya akan menyampaikan kepada pimpinan. Sebab, dirinya tidak memiliki wewenang untuk memutuskan.



Simak Video "Momen Haru Nelayan Rote Ndao NTT Pulang Usai Terdampar di Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ams)