Menelusuri Jejak 5 Bioskop Lawas yang Masih Berdiri di Bandung

Yogi Bagus Prasetyo - detikJabar
Minggu, 11 Okt 2026 12:00 WIB
Gedung eks Bioskop Dian di Bandung. (Foto: Gheyna Sabila S/detikJabar)
Bandung -

Jauh sebelum bioskop modern dengan banyak studio hadir di pusat perbelanjaan, menonton film di Bandung berarti datang ke gedung-gedung yang menjadi tujuan hiburan sekaligus ruang berkumpul warga.

Kini, sebagian besar bioskop lama telah tutup atau hilang, tetapi sejumlah bangunannya masih berdiri dengan fungsi baru dan cerita yang melekat pada fasadnya.

Daftar ini menyoroti lima bekas bioskop yang bangunannya masih tercatat atau terlihat berdiri. Beberapa sudah beralih fungsi, dan kondisi maupun akses publiknya berbeda-beda.

Pemerintah Kota Bandung mencatat sejumlah bangunan terkait dalam daftar cagar budaya, sementara sejumlah gedung lain diketahui masih digunakan dengan fungsi yang berubah.

1. De Majestic: Dari Concordia Bioscoop ke Ruang Budaya

Di Jalan Braga, dekat persimpangan Jalan Asia Afrika, berdiri gedung putih yang kini dikenal sebagai De Majestic. Pemerintah Kota Bandung menyebut bangunan ini dirancang oleh arsitek CP Wolff Schoemaker dan berdiri pada 1925 untuk mendukung kawasan Braga sebagai pusat belanja elite.

Nama awalnya sendiri adalah Concordia Bioscoop, dan gedung tersebut menjadi tempat menonton sekaligus bersosialisasi bagi kalangan Eropa di Bandung masa itu.

Pengalaman menonton di tempat ini dahulu jauh berbeda dari bioskop masa kini. Sejarah De Majestic juga terkait dengan pemutaran Loetoeng Kasaroeng, film yang kerap disebut sebagai film cerita pertama Indonesia. Sampai sekarang, identitas bangunan tetap mudah dikenali dari tampilannya yang khas dan tulisan 'De Majestic' di bagian depan.

Gedung De Majestic Foto: Tim Mahasiswa UPI

Perannya sendiri kini tidak lagi sebagai bioskop reguler. Pemkot Bandung menyebut gedung ini berada di bawah pengelolaan BUMD Provinsi Jawa Barat dan digunakan sebagai fasilitas pendidikan serta kebudayaan. Perubahan fungsi tersebut membuat De Majestic menjadi contoh bagaimana gedung hiburan lama dapat tetap dimanfaatkan tanpa menghapus jejak sejarahnya.

2. Bioskop Dian: Jejak Radio City di Dalem Kaum

Di Jalan Dalem Kaum No 58, bekas Bioskop Dian menyimpan riwayat yang dimulai dengan nama Radio City. Berdiri pada 1930-an, Radio City kemudian berganti nama menjadi Bioskop Dian, sebelum kegiatan pemutaran filmnya berhenti. Gedung ini sempat digunakan sebagai tempat biliar dan arena futsal.

Dalam daftar cagar budaya Kota Bandung, bangunan tersebut tercatat sebagai 'Dian Futsal (ex-Bioskop Radio City)' di alamat yang sama. Catatan itu memperlihatkan bagaimana nama dan fungsi suatu tempat dapat berubah, sementara bangunan fisiknya tetap menjadi bagian dari lanskap kota.

Bioskop Dian dahulu berada dekat kawasan alun-alun, sehingga mudah dijangkau warga dan menjadi salah satu tujuan hiburan di pusat kota. Ketika bioskop masih ramai, layar tunggalnya menjadi tempat penonton menyaksikan film dari berbagai genre. Kini, gedungnya tidak lagi berfungsi sebagai bioskop, tetapi nilai sejarahnya membuatnya penting dalam cerita perkembangan perfilman dan ruang publik Bandung.




(sud/sud)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork