Direktur Youth Development Persib Bandung Zaenal Arief meminta kepada operator Liga Indonesia, I-League, menunda jadwal pertandingan 'Maung Ngora' pada kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18. Permintaan itu ia sampaikan setelah kasus penyerangan dialami bus rombongan pemain Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah.
Ditemui awak media, Zaenal Arief turut menyampaikan pandangannya mengenai kasus penyerangan ini. Menurutnya, kejadian tersebut jangan sampai mengganggu mental pemain yang bakal menjadi cikal bakal fondasi untuk Indonesia di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas kami inginkan anak-anak ini cikal bakal pemain sepakbola di masa yang akan datang. Secara psikologis, secara mental, kita harus tetap menjaga itu. Rivalitas itu buat saya itu hanya 2 x 45 menit, selebihnya kita harus bisa menjaga itu," katanya, Senin (12/10/2026).
Pria yang akrab disapa Abo itu turut mengecam penyerangan yang terjadi. Untuk itu, ia meminta kepada I-League menunda jadwal Persib U-18 yang bakal melakoni laga tandang ke Jawa Timur beberapa waktu mendatang.
"Ini sangat disayangkan, yang jelas mereka sangat terganggu. Makanya saya mengusulkan kepada I-League untuk bisa menunda jadwal selanjutnya, karena kami akan tur lagi ke Jatim. Jadi jadwal selanjutnya saya minta penundaan," ungkapnya.
"Saya berharap anak-anak juga memulihkan kondisi secara fisik, mental dan juga hal-hal yang bisa mengganggu secara psikologis para pemain. Jadi nanti kami tetap akan berlatih di sini, sambil melihat dan berkomunikasi sama orang tua sejauh mana sih anak-anak ini bisa kembali tegar, bisa kembali mengikuti latihan," tambahnya.
Polisi saat ini diketahui telah menangkap satu orang berinisial BPA (33) di Jakarta yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Abo pun berharap supaya polisi bisa mengusut secara tuntas kasus ini supaya tidak terulang kembali di masa mendatang.
"Ya usut tuntas, karena ini sudah bukan bagian dari sepak bola. Ini sudah ranahnya udah ranah kriminalitas, bukan lagi masalah sportivitas. Yang jelas saya berharap dan saya percaya kepada penegak hukum bahwa hal-hal tersebut harus segera ditegakkan," pungkasnya.
(ral/orb)
