Dua Desa Wisata Kabupaten Bogor Tembus Top 15 Terbaik Jawa Barat

Dea Duta Aulia - detikJabar
Jumat, 07 Agu 2026 11:25 WIB
Foto: dok. Disparbud Kabupaten Bogor
Jakarta -

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh dua desa wisata kebanggaannya. Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara berhasil mencatatkan nama mereka dalam jajaran 'Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik' pada ajang bergengsi Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) Kategori Pengelola Desa/Kampung Wisata Tahun 2026.

Pengumuman disampaikan langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat pada Rabu (29/7) lalu. Ajang SWJ ITDMA 2026 ini bukanlah sekadar kompetisi rutin, melainkan sebuah inisiatif strategis dan eksklusif dari Disparbud Provinsi Jawa Barat yang dirancang khusus untuk mengukur dan memacu kualitas tata kelola destinasi pariwisata terintegrasi di seluruh wilayah Jawa Barat. Pada perhelatan tahun ini, panitia melakukan seleksi yang sangat ketat terhadap 44 desa wisata peserta dari berbagai wilayah kabupaten dan kota.

Keberhasilan menembus 15 besar terbaik se-Jawa Barat ini dicapai setelah melalui serangkaian tahap verifikasi administrasi dan penilaian dokumentasi portofolio yang diunggah secara digital melalui platform Pesona Pasundan. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, inovasi tanpa henti, dan komitmen luar biasa dari para pengelola desa wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, serta dukungan sinergis dari seluruh elemen masyarakat di kedua desa tersebut dalam menjaga dan mengembangkan potensi daerahnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas pencapaian yang mengharumkan nama daerah ini.

"Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya para penggerak di Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara atas prestasi gemilang ini. Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

"Pencapaian di ajang eksklusif SWJ ITDMA 2026 ini membuktikan bahwa potensi pariwisata Kabupaten Bogor, khususnya sektor desa wisata, memiliki daya saing yang sangat tangguh di tingkat provinsi. Kami di Disparekraf berkomitmen untuk terus menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, sejalan dengan visi misi Kabupaten Bogor untuk maju, sejahtera, dan berkeadaban," sambungnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi standar pengelolaan desa wisata yang komprehensif, profesional, dan tetap adaptif terhadap pelestarian kearifan lokal. Penilaian SWJ ITDMA 2026 sangat menitikberatkan pada penerapan prinsip dasar pariwisata 5A (Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Advertising) serta integrasi kearifan lokal 5K khas tata nilai budaya Jawa Barat (Kadeuleu-Terlihat, Kaambeu-Tercium, Kadangu-Terdengar, Karaba-Teraba, dan Karasa-Terasa).

Menyoroti aspek teknis tersebut, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten Bogor, Yuliana Idrus menjelaskan secara rinci keunggulan kedua desa wisata ini.

"Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara berhasil menunjukkan kualitas pengelolaan yang paripurna. Keduanya terbukti unggul tidak hanya dalam memenuhi kriteria 5A-seperti tata kelola kelembagaan yang rapi, fasilitas toilet dan homestay yang bersih, akses jalan yang memadai, serta strategi promosi digital yang efektif-tetapi juga secara otentik menghadirkan pengalaman sensorik yang berakar kuat pada kearifan lokal Sunda melalui konsep 5K," paparnya.

"Wisatawan yang datang benar-benar bisa merasakan pengalaman holistik. Selanjutnya, sebagai bagian dari Top 15, kedua desa ini akan memperoleh pendampingan eksklusif serta coaching clinic intensif dari tim ahli Pemprov Jawa Barat. Kami dari Disparekraf Kabupaten Bogor tentu tidak akan tinggal diam; kami akan mengawal penuh, memfasilitasi dan pendampingan teknis berkelanjutan agar mereka benar-benar siap dan matang untuk mewakili Jawa Barat, serta merebut gelar juara di ajang Wonderful Indonesia Tourism Award (WITA) 2026 di tingkat nasional," tambahnya.

Ke depannya, Disparekraf Kabupaten Bogor menaruh harapan besar bahwa prestasi ini tidak hanya berhenti pada sebatas selebrasi kompetisi semata. Lebih dari itu, pencapaian ini ditargetkan dapat memberikan multiplier effect (dampak ganda) yang nyata bagi perekonomian lokal. Hal ini meliputi peningkatan durasi kunjungan wisatawan (length of stay), lonjakan pemesanan homestay, peningkatan omzet UMKM lokal yang menjual produk kriya dan kuliner, serta penciptaan lapangan kerja baru bagi pemuda setempat.

"Selain itu, keberhasilan Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara diharapkan mampu menjadi role model (percontohan) sekaligus pemantik semangat bagi puluhan desa wisata lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Tujuannya agar mereka termotivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan standar mutu pelayanan pariwisata, dan mengoptimalkan potensi unik lokalnya masing-masing demi kemajuan industri pariwisata daerah yang berkelas dunia," tutupnya.



Simak Video "Video: Terima detikcom Awards, Bupati Bogor Komitmen Tumbuhkan Pariwisata"

(prf/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB