Camping dan Treking Jadi Tren Baru Wisata Ciamis Saat Kemarau

Camping dan Treking Jadi Tren Baru Wisata Ciamis Saat Kemarau

Dadang Hermansyah - detikJabar
Senin, 22 Jun 2026 08:00 WIB
Tempat camping di Ciamis.
Tempat camping di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Musim kemarau identik dengan debit air yang menyusut. Kondisi itu biasanya berdampak pada sejumlah destinasi wisata alam berbasis air. Namun situasi berbeda justru terjadi di Kabupaten Ciamis. Meski volume air di beberapa objek wisata menurun, aktivitas wisata tetap berjalan dan pengunjung masih berdatangan.

Di sejumlah destinasi alam favorit seperti sungai, situ, hingga air terjun, suasana liburan masih terlihat hidup. Air memang tak lagi melimpah seperti saat musim hujan, tetapi pesona alam yang ditawarkan tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Dian Udeng menjelaskan, hingga saat ini belum ada objek wisata alam berbasis air yang harus ditutup akibat musim kemarau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang terjadi penurunan debit air di sejumlah objek wisata permainan air. Tetapi sampai saat ini tidak ada yang tutup total. Semua masih beroperasi dan tetap bisa dikunjungi wisatawan," ujar Dian saat ditemui, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kondisi wisata alam di Ciamis relatif lebih aman dibandingkan sejumlah daerah lain yang mengalami kekeringan cukup parah. Beberapa destinasi unggulan seperti Situ Lengkong Panjalu dan Situ Cibubuhan masih memiliki cadangan air yang cukup sehingga tetap menarik untuk dikunjungi.

"Kalau Situ Lengkong maupun Situ Cibubuhan, airnya tidak pernah sampai mengering. Begitu juga beberapa objek wisata air lainnya, seperti Leuwi Pamipiran dan Leuwi Genteng, tetap buka meskipun debit airnya berkurang," katanya.

Dian menjelaskan, di tengah berkurangnya debit air, justru muncul tren wisata baru yang banyak diminati masyarakat. Cuaca cerah sepanjang musim kemarau membuat aktivitas berkemah dan jelajah alam semakin digemari.

Wisatawan kini lebih banyak mencari lokasi dengan panorama pegunungan, hamparan alam terbuka, hingga pemandangan lampu kota pada malam hari (city light). Sejumlah lokasi camping yang tengah naik daun di Ciamis di antaranya Bukit Baros Panjalu, Puncak Aki Kabayan, Puncak Jamiaki, Puncak Puspa, Puncak Bangku hingga Puncak Maralaya.

"Musim kemarau justru menjadi momentum bagi wisata camping dan tracking. Karena cuacanya bagus, masyarakat bisa menikmati pemandangan alam secara maksimal, termasuk city light pada malam hari," jelas Dian.

Tak hanya itu, Dinas Pariwisata Ciamis saat ini juga tengah mendorong pengembangan konsep wellness tourism atau wisata kebugaran. Konsep tersebut menawarkan pengalaman berwisata yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menyehatkan.

Wisatawan diajak menikmati suasana alam yang tenang melalui aktivitas jalan kaki, olahraga ringan, relaksasi, hingga menikmati udara segar jauh dari hiruk pikuk kendaraan.

"Wellness tourism ini lebih kepada bagaimana orang bisa berlibur sambil menjaga kesehatan. Jadi bukan sekadar datang lalu berfoto, tetapi menikmati suasana yang tenang, berjalan kaki, olahraga, dan menghilangkan kepenatan," jelasnya.

Beberapa lokasi yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata kebugaran antara lain Situ Wangi yang telah dilengkapi jogging track, kawasan Sukamantri, Cireong, hingga jalur trekking alami menuju kawasan air terjun di wilayah Cibeureum sebelum Batu Panjang.

Dian menyebut minat masyarakat terhadap konsep wisata tersebut terus meningkat. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah pengunjung di beberapa lokasi yang menawarkan suasana alami dan aktivitas olahraga ringan.

"Grafik kunjungan ke Situ Wangi misalnya mulai menunjukkan peningkatan. Banyak masyarakat datang pagi dan sore hari untuk berjalan kaki, berolahraga, atau sekadar menikmati suasana alam, terutama saat akhir pekan," pungkasnya.

Dian menjelaskan, di tengah musim kemarau yang mulai terasa, sektor pariwisata Ciamis justru menemukan peluang baru. Jika wisata air tetap bertahan, maka camping, tracking, dan wellness tourism kini menjadi alternatif yang semakin diminati wisatawan yang ingin menikmati alam dengan cara berbeda.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads