Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut menyoroti kasus penyerangan yang dialami rombongan bus Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah. Farhan mengaku prihatin dan mengecam tindakan tersebut.
Ditemui wartawan, Farhan memastikan supaya polisi bisa mengusut kasus ini secara tuntas. Belakangan diketahui, aparat telah mengamankan satu orang berinisial BPA (33) di Jakarta setelah diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
"Saya sangat prihatin dan saya mengecam terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang melakukan tindakan kekerasan kepada para siswa Akademi Persib. Saya akan pastikan bahwa dari kepolisian di Jawa Tengah itu akan melakukan pengusutan," kata Farhan, Senin (12/10/2026).
"Bersama dengan manajemen Persib, kami akan pastikan bahwa ada pengusutan pelanggaran pidana terhadap hal ini. ini. Kami juga akan memberikan perlindungan khusus kepada para talenta-talenta sepak bola muda di Kota Bandung ini untuk melindungi mereka dari tindakan kekerasan, apalagi ancaman dan intimidasi," tambahnya.
Selanjutnya, Farhan memastikan bahwa Pemkot Bandung bakal berkoordinasi dengan manajemen Persib. Tindakan itu dilakukan untuk memberikan jaminan bagi para pemain muda Persib jika mau melaksanakan pertandingan ke luar kota.
Farhan pun sempat ditanya mengenai upaya pemulihan trauma para pemain muda Persib setelah kejadian ini. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan manajemen jika upaya trauma healing dibutuhkan untuk para pemain.
"Saya akan upayakan. Karena bagaimanapun juga masalah ini pasti ada post traumatic syndrome ya, maka saya akan ngobrol dulu, akukan asesmen, apa yang bisa kita bantu kita akan kerahkan dari tim psikologi klinis. Mudah-mudahan sih dampaknya tidak terlalu besar, tapi saya yakin dampaknya ada. Saya akan menemui para orang tuanya untuk mengetahui masukan dari para orang tua," katanya.
"Persib juga sudah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada personel maupun atlet serta anggota keluarga yang tertinggal di Rest Area 360, semua sudah kembali ke Bandung dengan selamat. Ada yang terluka kena pecahan kaca, ada yang terluka karena dianiaya. Nah, ini yang sedang kita selidiki terus, memastikan bahwa kepolisian menegakkan keadilan untuk kita semuanya," pungkasnya.
(ral/yum)