Kronologi Penyerangan Bus Persib U-18: Kaca Pecah-Ofisial Dipukul

Kronologi Penyerangan Bus Persib U-18: Kaca Pecah-Ofisial Dipukul

Robby Bernardi - detikJabar
Senin, 12 Okt 2026 12:12 WIB
Foto kerusakan bus rombongan tim Persib U-18 usai diserang di res area Batang.
Foto kerusakan bus rombongan tim Persib U-18 usai diserang di res area Batang. (Foto: Dok. Tangkapan layar)
Batang -

Bus yang membawa rombongan pemain Persib Bandung U-18 menjadi sasaran penyerangan sekelompok orang di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Insiden anarkis tersebut mengakibatkan kerusakan pada armada bus dan melukai seorang ofisial tim.

Melansir detikJateng, Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 21.27 WIB saat rombongan baru saja menepi di rest area. Tim yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti kompetisi di Solo.

"Ya terjadi perusakan dengan memecah kaca bus rombongan bus pemain U-18 Persib Bandung di Rest Area 360 Batang. Ada juga Penganiayaan pada salah satu Official Persib U-18," ujar Bintoro saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (12/10/2026) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rombongan Persib U-18 diketahui menumpang bus Bima Trans bernomor polisi Z 7539 GZ yang dikemudikan oleh Muhammad Ainur Ridha. Sopir bus tersebut juga telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian.

Bintoro menjelaskan, perjalanan dimulai dari Hotel Monolog Solo setelah seluruh agenda pertandingan kategori umur tersebut rampung.

ADVERTISEMENT

"Rombongan pemain U-18 Persib Bandung beserta official berjumlah sekitar 30 orang menggunakan satu unit bus Bima Trans meninggalkan Hotel Hotel Monolog Solo setelah selesai kegiatan kompetisi pertandingan U-18," jelasnya.

Ketegangan bermula sesaat setelah bus terparkir di Rest Area KM 360. Saat kernet bus bernama Irsad turun untuk mengambil koper di bagasi, seorang pria tak dikenal menghampiri dan menanyakan apakah kendaraan tersebut membawa rombongan Persib Bandung. Setelah mendapat konfirmasi, pria itu langsung memanggil rekan-rekannya.

"Selanjutnya orang tersebut memanggil teman-temannya yang lain dengan berkata, 'Bang sini ini benar rombongan Persib'," kata Bintoro menirukan ucapan pelaku.

Situasi cepat memanas ketika sekelompok orang datang dan mulai melempari bus dengan batu. Serangan tersebut menyebabkan kaca bus bagian kiri belakang dan kanan belakang hancur berantakan. Selain kerusakan material, aksi brutal ini juga menyasar personel tim. Seorang ofisial Persib U-18 bernama Pandu dilaporkan menjadi korban penganiayaan di lokasi kejadian.

"Selain merusak bus, seorang official Persib U-18 bernama Pandu juga menjadi korban penganiayaan," pungkas Bintoro.

Satu Orang Ditangkap

Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus ini. Seorang pria berinisial BPA (33) diciduk di kawasan Jakarta Barat dan kini tengah digelandang menuju Batang untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Usai menerima laporan (perusakan dan Penganiayaan), polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku di Jakarta. Identitasnya masih berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat," ujar Bintoro.

Dia menyebutkan, BPA diduga sebagai aktor yang melakukan pelemparan batu ke arah bus rombongan. Penetapan status terduga ini diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP) serta rekaman kamera pengawas (CCTV).

Viking Persib Club Kutuk Aksi Penyerangan

Viking Persib Club (VPC) mendesak polisi untuk segera mengusut kasus ini. Sebab menurut Viking, insiden tersebut bukan lagi ranah rivalitas, melainkan sebuah tindakan kriminalitas.

"Penyerangan itu bukan lagi pada batas rivalitas ya, mereka sudah melebihi batas rivalitas. Artinya mereka sudah tidak eh melihat kemanusiaan sebagai basic yang dimiliki oleh suporter. Jadi menurut saya hal itu memang perlu ada penegasan ya dari pihak federasi atau kemudian dari pihak aparat keamanan," kata Sekum Viking, Arlan Siddha.

Menurutnya, penyerangan tersebut sudah tidak bisa dinormalisasi sebagai tindakan wajar kelompok suporter. Apalagi, Indonesia sedang gencar mengkampanyekan para suporter bisa duduk satu tribun bareng di sebuah pertandingan.

Saat ini, Viking juga berencana untuk mendampingi secara moral para pemain Persib U-18. Hal itu dikakukan supaya para pemain muda Maung Bandung bisa keluar dari trauma kejadian tersebut.

"Viking tentunya akan memberikan support moral dan dukungan, terutama kepada pemain muda agar mereka bisa keluar dari traumanya. Kita juga bakal koordinasi dengan kawan-kawan suporter lain supaya pelakunya segera ditangkap dan tidak lagi menormalisasi hal ini," ungkapnya.

Artikel ini sudah tayang di detikJateng

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kasus Penyekapan Wanita di Cileunyi: Polisi Masih Kejar Pelaku! "
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads