Farhan: Saatnya Evaluasi Sistem Sepak Bola Indonesia

Farhan: Saatnya Evaluasi Sistem Sepak Bola Indonesia

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 05 Okt 2022 08:30 WIB
Ngoper bersama M Farhan.
Ngoper bersama M Farhan. (Foto: Ilustrasi Rindy Nurjanah/detikJabar)
Bandung -

Dunia sepak bola tengah berduka. Sebanyak 125 orang meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan. Sanksi FIFA pun membayangi Indonesia. Anggota DPR RI M Farhan berharap FIFA tak menjatuhkan sanksi banned atau penghentian. FIFA pernah menjatuhkan sanksi kepada PSSI pada 2015 silam.

"Ketika FIFA membekukan anggotanya, lalu setelah itu apakah dengan dihentikan kemudian sadar menjadi orang baik. Nggak," kata Farhan di acara Ngobrolin Persib (Ngoper) yang disiarkan secara langsung di Instagram detikJabar, Selasa (4/10/2022).

Farhan yang juga mantan Direktur Marketing PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu menilai Tragedi Kanjuruhan menjadi momentum meningkatkan kesadaran untuk berbenah. Pembenahan total harus dilakukan dalam dunia sepak bola di Indonesia, baik secara administrasi, teknis, pendidikan menonton sepak bola, pelaku industri hingga aparat keamanan.

"Yang pasti untuk mengamankan olahraga yang mendatangkan kerumunan massa ini harus terlatih. Harus dibedakan mana penanganan unjuk rasa, mana penanganan unjuk rasa untuk makar, masa yang crowd control. Banyak perbedaannya," kata Farhan.

"Misalnya, beda sekali penanganan crowd control penggemar BTS dan Persib," tutur Farhan menambahkan.

Lebih lanjut, Farhan menerangkan penanganan crowd control tentu memiliki perlakuan khusus. "Apakah aparat kita sudah mengetahui perbedaan detail, dan memiliki ahli seperti itu. Sekarang saat yang tepat, untuk kemudian memberikan pengetahuan skills tersebut kepada aparat," ucap politikus NasDem itu.

"Siapa yang paling bersalah? Kalau ditanya itu, mungkin saya juga akan menjawab merasa bersalah dan bertanggung jawab," kata Farhan menambahkan.


Pengelolaan Stadion


Selain menyoroti soal evaluasi pengamanan pertandingan laga sepak bola, Farhan juga menjelaskan tentang pentingnya sebuah klub mendapat izin untuk mengelola stadion. Farhan menilai kebijakan ini mampu membuat klub menjadikan stadion agar disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya mengikuti perkembangan zaman.

"Harus memastikan sebuah aturan di semua pemerintahan kota dan kabupaten agar mengizinkan klub Liga 1 mengelola stadion. Sekarang ini, stadion milik kota atau kab yang dikelola oleh klub baru di Gianyar," ucap Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menegaskan klub Liga 1 saat ini memberlakukan sistem sewa untuk mengelola stadion dengan pihak pemerintah daerah. Kondisi demikian mengakibatkan klub tak leluasa untuk mengelola.

"Karena nyewa, akibatnya apabila klub perlu membuat sistem, atau membangun sistem pintu elektronik, loket, penjagaan, CCTV ya sifatnya semua sementara, karena nyewa. Sehingga tidak bisa optimal," tutur Farhan.

(sud/iqk)