Suara Hati Pelatih Arema soal Sikap Aparat di Kanjuruhan

Suara Hati Pelatih Arema soal Sikap Aparat di Kanjuruhan

Tim detikSport - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 12:35 WIB
Javier Roca.
Javier Roca. (Foto: aremafc.com)
Jakarta -

Tragedi Kanjuruhan mengguncang perhatian dunia. Itu karena jumlah korban jiwa dalam insiden itu mencapai 125 orang.

Pelatih Arema FC Javier Roca pun mengungkap suara hatinya menanggapi insiden mengerikan itu. Ia pun mengkritik aparat yang bertugas di stadion saat itu.

"Terlihat stadion tidak siap. Mereka tidak mengharapkan kekacauan sebesar itu. Itu bak longsoran salju. Tidak ada yang seperti ini pernah terjadi di stadion, dan itu runtuh oleh jumlah orang yang ingin melarikan diri," katanya Javier Roca kepada media Spanyol Cadena Ser dikutip dari detikSport, Selasa (4/10/2022).


Pria asal Chile itu menganggap tindakan aparat sudah kelewatan. Padahal, ia menilai aparat bisa melakukan tindakan lain untuk meredakan situasi.

"Saya kira polisi juga melampaui batas, padahal saya tidak di lapangan dan tidak merasakan hasilnya. Melihat gambar-gambar itu, mungkin mereka bisa menggunakan teknik lain," jelasnya.

Javier Roca juga menyoroti soal Stadion Kanjuruhan yang sudah berusia sepuh. Padahal Arema merupakan tim besar dengan jumlah pendukung yang banyak.

"Ini juga stadion yang harusnya sudah pensiun. Kami juga berada di kota yang relatif kecil, tidak ada cukup kapasitas untuk tiba," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2023, Sabtu (1/10/2022) malam WIB, menjadi pukulan untuk Indonesia. 125 orang kehilangan nyawa, 304 mengalami luka ringan, dan 21 luka berat dalam laga yang dimenangkan Bajul Ijo 3-2.

Artikel ini telah tayang di detikSport dengan judul Javier Roca: Aparat Kebablasan di Tragedi Kanjuruhan

(orb/orb)