Liga 1 dan Liga 2 Ditunda Dua Pekan!

Liga 1 dan Liga 2 Ditunda Dua Pekan!

Oris Riswan Budiana - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 10:34 WIB
Pesepak Bola Persib Bandung David Da Silva (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Rans Nusantara FC Arthur Bonai (kiri) pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (4/9/2022). Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Persib Bandung dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.
Selebrasi pemain Persib Bandung. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Bandung -

Penundaan Liga 1 2022/2023 diperpanjang. Semula, Liga 1 ditunda sepekan. Tapi kini diputuskan penundaan menjadi dua pekan. Keputusan ini juga berlaku bagi Liga 2 2022/2023.

Penundaan selama dua pekan ini merupakan keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi. Seluruh klub Liga 1 dan Liga 2 pun sudah mendapatkan pemberitahuan soal keputusan ini.

Dikutip dari laman resmi PT LIB, berdasar surat bernomor 583/LIB-KOM/X/2022 dan 584/LIB-KOM/X2022 yang dikirimkan kepada para peserta kompetisi, terdapat dua poin sebagai sebab dilakukannya penundaan kompetisi selama dua pekan.


Pertama terkait insiden pasca pertandingan pada pekan ke-11 antara tuan rumah Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kedua, berdasarkan rapat koordinasi pada 2 Oktober yang dipimpin Menko PMK dan dihadiri Menpora, Kapolri, Gubernur Jawa Timur, Anggota Komisi X DPR RI, Kapolda Jawa Timur, Pangdam Brawijaya dan unsur terkait yang menangani tragedi di Kanjuruhan.

"Selanjutnya, PT LIB akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Klub peserta Liga 1 2022/2023 dan segala perkembangan akan diinformasikan pada kesempatan pertama," tulis surat yang ditanda tangani oleh Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Seperti diketahui, insiden terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Satu (1/10/2022) malam. Suporter tuan rumah merangsek masuk ke lapangan usai timnya kalah 2-3 oleh Persebaya Surabaya.

Kericuhan kemudian tak terhindarkan. Suporter saling berdesakan, gas air mata di mana-mana, hingga banyak orang meninggal di lokasi. Total, ada 125 orang yang dinyatakan meninggal dan sisanya masih banyak yang dirawat di rumah sakit.

(orb/bbn)