Sosok 'Gila Bola' Kunci Selamatkan Persigar Garut

Sosok 'Gila Bola' Kunci Selamatkan Persigar Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 15:00 WIB
Persigar Garut.
Persigar Garut (Foto: Istimewa)
Garut -

Persigar Garut mengakhiri Liga 3 musim ini dengan kekecewaan. Mereka kalah empat kali dari empat pertandingan yang dijalani, hingga hanya berhasil finish di posisi juru kunci Liga 3 Jawa Barat.

Persigar tergabung ke dalam Grup B Liga 3 Seri 1 Regional Jawa Barat musim 2022-2023. Mereka satu grup dengan tuan rumah Persikasi Bekasi, Cimahi Putra, Dejan FC serta klub satelit milik Persib, Bandung United. Dari total empat laga yang dijalani, Persigar menelan empat kali kekalahan.

Laga perdana menghadapi Bandung United dituntaskan dengan kekalahan 2-0. Kemudian berikutnya menghadapi Persikasi, Persigar takluk 1-0, melawan Dejan FC keok 2-0 dan terakhir menghadapi Cimahi Putra kalah 4-2. Dari hasil tersebut, Persigar duduk di posisi juru kunci dengan 0 poin dan produktivitas gol -7.


Jebloknya penampilan Persigar Garut musim ini, mendapatkan banyak komentar dari para pecintanya. Mulai dari suporter, mantan pelatih hingga para pemain sepak bola profesional asal Garut, yang kini main di kasta kompetisi yang lebih tinggi.

Ketua Garman, suporter Persigar Garut Wildan Romadon mengaku kecewa dengan penampilan Persigar musim ini. Wildan menyebut, empat kekalahan dalam empat laga yang dijalani tidak bisa ditoleransi.

"Makin mempertegas hancurnya kualitas tim kebanggaan kami," kata Wildan.

Persigar Garut.Persigar Garut. Foto: Istimewa

Hal senada diungkap Edi Hafid. Eks bek kanan Persib Bandung, yang juga sempat bermain di Persigar Garut. Edi berharap, prestasi Persigar ke depannya bisa jauh lebih baik.

"Ya mungkin bisa lebih baik dari sekarang. Kemudian hasil yang kemarin, mungkin sebuah proses lah. Mungkin ya Allah punya rencana lain," kata Edi Hafid.

Edi mengatakan, seharusnya, prestasi Persigar di persepakbolaan tanah air bisa lebih baik. Bahkan, berdasarkan potensi dan bakat para pemain asal Garut, Persigar seharusnya bisa bermain di kompetisi dengan kasta yang lebih tinggi dibanding sekarang.

"Secara potensi sangat bagus sekali. Tidak akan kekurangan, kalau semua pemain terbaik dikumpulin main untuk Persigar, Insya Allah bisa," katanya.

Persigar Garut sendiri sebenarnya memiliki segudang potensi untuk bisa bermain dengan baik. Dari segi fasilitas, Persigar kini bakal punya markas baru, yakni Stadion RAA Adiwijaya. Belum lagi, beberapa lapangan sepak bola lain, yang beberapa waktu lalu sempat disebut Bupati Rudy Gunawan akan kembali diperbaiki.

Kemudian dari segi pemain. Garut memiliki segudang talenta berbakat. Bahkan, ada beberapa pemain di antaranya yang saat ini manggung di Liga 1 dan Liga 2, macam Yandi Sofyan, Roni Fatahillah, Akbar Zakaria hingga Ardi Ardiana. Garut juga punya sosok yang bisa dijadikan pelatih potensial. Misalnya legenda Persib Bandung Adeng Hudaya dan Uut Kuswendi, hingga pelatih muda Persik Kediri Budi Kurnia.

detikJabar sempat mewawancarai sejumlah pemain tersebut beberapa waktu lalu. Mayoritas, dari para pemain itu sangat ingin pulang kampung dan bermain membela Persigar Garut. Namun, ada beberapa hal yang mereka soroti.

Salah satunya Yandi Sofyan Munawar. Adik eks striker Timnas Indonesia Zaenal Arief yang kini membela Persikabo 1973 itu berharap agar Persigar dikelola oleh orang yang gila bola dan berniat memajukan Persigar.

"Kita tidak tahu ke depannya akan seperti apa. Semoga, Persigar semakin maju dan tidak mau jalan di tempat. Semoga juga ada orang yang gila bola, untuk mau mengelola dan memajukan Persigar sehingga dapat dikelola dengan sebagaimana mestinya," ungkap Yandi.

Hal yang sama juga diungkap Roni Fatahillah. Mantan kapten PSMS Medan yang merupakan pemain kelahiran Kecamatan Limbangan, Garut. Roni mengatakan, Persigar harus dikelola orang yang gila bola.

"Semoga Persigar dikelola sama orang yang sangat gila sepak bola. Terutama Pemerintah Garut, dan para pengusaha asli Garut yang peduli akan kemajuan sepak bola Garut," ungkap Roni kepada detikJabar belum lama ini.

(yum/yum)