Reaksi Ketum PSSI soal Tragedi Kanjuruhan

Reaksi Ketum PSSI soal Tragedi Kanjuruhan

Tim detikSport - detikJabar
Minggu, 02 Okt 2022 13:40 WIB
Ketum PSSI Mochamad Iriawan.
Ketum PSSI Mochamad Iriawan. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Jakarta -

Tragedi memilukan mewarnai laga Arema Fc vs Persebaya Surabaya. Ratusan orang menjadi korban jiwa saat duel klasik itu telah selesai di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022 malam.

Dilansir dari detikSport, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta maaf atas jatuhnya ratusan korban jiwa. Laga ini diketahui dimenangkan Persebaya atas Arema dengan skor 3-2.

Kerusuhan bermula dari suporter yang masuk ke lapangan. Kemudian, ada respons dari pihak keamanan yang melepaskan tembakan gas air mata.


Pada prosesnya, Presiden Joko Widodo, sampai mengungkap pernyataan. Ada 129 korban jiwa yang yang disebut Jokowi. Tragedi Kanjuruhan merupakan bencana sepak bola terbesar kedua di dunia.

"Saya beserta PSSI meminta maaf kepada korban dan sangat menyesalkan insiden ini bisa terjadi. Saya dan tim PSSI sedang menuju ke Malang untuk menemukan gambaran utuh terkait insiden ini," katanya dalam akun Instagram resminya, Minggu (2/10/2022).

"Turut berdukacita yang mendalam atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," kata dia menambahkan.

Kerusuhan sepak bola dengan jumlah korban jiwa terbesar terjadi pada 24 Mei 1964. Kisah pilu itu terjadi di Estadio Nacional, Lima, Peru. Kejadian itu memakan korban jiwa 328 orang.

Sementara dampak dari tragedi Kanjuruhan, Presiden RI Joko Widodo, meminta Liga 1 dihentikan sementara.

"Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," kata Jokowi dalam pernyataan resminya.

Artikel ini telah tayang didetikSport dengan judul Tragedi Kanjuruhan: Iwan Bule dan PSSI Minta Maaf

(ral/orb)