Asa Persigar Garut Tembus Liga 2

Liga 3

Asa Persigar Garut Tembus Liga 2

Hakim Ghani - detikJabar
Sabtu, 01 Okt 2022 10:30 WIB
Persigar Garut.
Persigar Garut (Foto: Istimewa)
Garut -

Persigar Garut merayakan hari ulang tahunnya ke-73, Rabu (28/9/2022) kemarin. Banyak harapan dari para mantan pemain hingga penggemar terhadap kesebelasan berjuluk Maung Sancang ini.

Persigar resmi didirikan pada tahun 1949 silam. Menurut catatan sejarah, Persigar didirikan oleh 32 tim internal di Garut, yang tersebar dari wilayah Cikajang hingga ke Limbangan.

Saat ini, kepengurusan dipimpin seorang kepala sekolah bernama Dadang Johar Arifin. Sedangkan yang mengisi kursi kepelatihan kerap berganti tiap tahunnya. Mulai dari Agus Kurnia, Uut Kuswendi, hingga yang terkini eks pemain Persib Bandung Yudiantara.


Tim yang bermarkas di Stadion Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul tersebut sejak dulu terus berupaya untuk merintis karir, merangkak dari kasta terbawah kompetisi persepakbolaan tanah air. Namun, hingga kini, Persigar terus berada di kasta terbawah dan terkesan gitu-gitu aja.

Sejak didirikan tahun 1949, Belum ada satupun prestasi yang berhasil ditorehkan oleh skuad Laskar Maung Sancang. Persigar diketahui hanya berhasil menjadi pemenang di turnamen Piala Soeratin U-18 tingkat regional pada tahun 1998.

Satu satunya prestasi terbaik Persigar Garut, terjadi di tahun 2014 silam. Kala itu, Persigar sukses menjadi satu dari 16 tim yang berhasil melaju di putaran Final Liga 3 Nasional. Namun sayang, Persigar harus menjadi juru kunci dan tak lolos ke Divisi Utama.

Kritik dan harapan terus berdatangan di momen hari jadi Persigar yang ke-73 ini. Ketua Garut Mania (Garman) pendukung fanatik Persigar Garut Wildan Romadon berharap agar Persigar bisa segera naik kasta ke level yang lebih tinggi di kancah persepakbolaan tanah air.

"Harapannya, kita bersama teman-teman dari Garman, sama punya kemauan agar Persigar bisa melaju minimal ke Liga 2," kata Wildan kepada detikJabar belum lama ini.

Harapan tersebut, kata Wildan bukan harapan yang sulit dicapai. Sebab, sedari dulu, Kabupaten Garut terkenal sebagai salah satu daerah pemasok pesepakbola terbaik di Jawa Barat.

Nama-nama macam kiper Persib Fitrul Dwi Rustapa, Akbar Zakaria, Roni Fatahilah, Sehabudin Ahmad hingga penyerang Persikabo 1973 Yandi Sofyan merupakan segelintir nama pesepakbola asal Garut yang kini mentas di liga nasional.

"Makanya tidak ada alasan lagi bagi Persigar untuk bisa berprestasi. Apalagi mungkin tahun depan Stadion RAA Adiwijaya sudah rampung dibangun. Jadi, secara fasilitas sudah memadai," katanya.

Hal senada diungkap salah satu pesepakbola asal Garut yang kini masih eksis bermain di liga nasional, Roni Fatahillah. Pemain asal Limbangan, Garut yang menjadi salah satu legenda PSMS Medan tersebut menilai jika Garut tak pernah kekurangan bakat. "Garut sangat banyak pemain-pemain yang potensial dari kampung-kampung. Tapi minim penyaluran ke tim profesional," kata Roni.

Roni berharap agar Persigar Garut bisa berjaya. Roni menyarankan agar Persigar dikelola dengan baik dan penuh suntikan dana agar bisa mengangkat tim ke kasta yang lebih tinggi. "Semoga Persigar dikelola sama orang yang sangat gila sepak bola. Terutama Pemerintah Garut, dan para pengusaha asli Garut yang peduli akan kemajuan sepak bola Garut," pungkas Roni.

Persigar sendiri saat ini tengah menantikan kelahiran markas baru mereka, yakni Stadion RAA Adiwijaya. Stadion yang dibangun Pemda Garut di kawasan komplek SOR Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul.

Bupati Rudy Gunawan memastikan jika Pemda Garut juga berupaya untuk membantu Persigar menuju kejayaannya. Stadion RAA Adiwijaya diharapkan menjadi awal kemajuan bagi Laskar Maung Sancang. "Insya Allah kita akan berembuk semua stakeholder olahraga Kabupaten Garut. Karena kita ada sesuatu yang harus dibicarakan. Tapi, kita sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kita," ungkap Rudy.

(iqk/iqk)