Kepung Kantor Persib, Bobotoh Minta Permudah Distribusi Tiket untuk Komunitas

Kepung Kantor Persib, Bobotoh Minta Permudah Distribusi Tiket untuk Komunitas

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 15:30 WIB
Demo bobotoh Persib Bandung.
Demo bobotoh di Kantor Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Jakarta -

Massa Bobotoh mengepung kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) atau Graha Persib di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (28/9/2022) siang. Bobotoh menuntut manajemen mempermudah sistem distribusi tiket bagi komunitas.

Pantauan detikJabar, massa Bobotoh yang datang dengan melakukan aksi longmarch dari GOR Saparua tiba di depan Graha Persib sekitar pukul 13.15 WIB. Dikawal ketat petugas kepolisian, Bobotoh datang dengan membawa bendera raksasa, syal, poster hingga mobil komando.

Yudi Baduy, perwakilan Bobotoh mengatakan hanya ada satu tuntutan yang diinginkan oleh Bobotoh, yakni mempermudah sistem distribusi tiket laga kandang Persib Bandung bagi komunitas.


"Tuntutannya satu, permudah tiket khususnya untuk komunitas. Seperti yang sudah-sudah jalan, kolektif saja," kata Yudi kepada wartawan.

Yudi mengungkapkan sistem distribusi tiket bagi komunitas yang saat ini berlaku dianggap menyulitkan. Sebab dengan sistem yang ada sekarang, membuat komunitas Bobotoh dari luar kota harus lebih dulu menukar tiket ke lokasi satu per satu.

"Maaf ini bukan soal kuota, tapi ini soal sistem distribusi. Karena memang kemarin kami mendapatkan kendala ketika komunitas ini harus mengambil tiket one on one," ungkapnya.

"Artinya, kalau rombongan kami yang datang satu bus, dua bus, itu harus ambil satu-satu, ngantre. Kebayang kalau dari yang luar kota, bagaimana," ujarnya.

"Itu jadi kendala, apalagi tempat penukarannya dibuka pas hari H. Dari jam 7 sampai jam 2. Gak jelas itu, waktu sudah habis," tegas Yudi.

Oleh sebab itu, dalam aksi hari ini Yudi mewakili ribuan Bobotoh dari berbagai komunitas ingin manajemen Persib memberi kemudahan dalam hal distribusi tiket.

"Jadi tuntutannya hanya satu itu, khusus buat komunitas, sistem distribusinya kolektif. Itu saja," ujar Yudi.

(bba/mso)