Bukan Sekadar Nikmat, Ini 5 Manfaat Makan Jengkol

Bukan Sekadar Nikmat, Ini 5 Manfaat Makan Jengkol

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Senin, 05 Okt 2026 06:30 WIB
Ilustrasi rendang jengkol
Ilustrasi jengkol (Foto: Getty Images/michael nero jonnes)
Bandung -

Jengkol telah sejak lama menjadi makanan kesenangan masyarakat kita. Thomas Stamford Raffles bahkan mencatatkannya dalam The History of Java sebagai makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang-orang di Pulau Jawa.

Bangsa polong-polongan ini bisa dikonsumsi mentah jika masih muda sebagai coel sambal, juga diolah sebagai jengkol balado, semur jengkol, atau jengkol goreng jika telah matang.

Di Sunda, ada pula kebiasaan mengubur jengkol di dalam tanah hingga waktu tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan kadar bau dari makanan itu. Jengkol yang seperti ini sering disebut 'sepi'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jengkol dinamai demikian karena mengandung Asam Jengkolat. Zat ini pula yang membuat air seni orang yang mengonsumsinya bau. Karenanya, jengkol sering diolah dengan talaten agar baunya berkurang sebelum maupun saat dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

Berikut ini sejumlah manfaat jengkol yang perlu diketahui. Selain nikmat, ada kegunaan yang melekat pada jengkol untuk tubuh orang yang mengonsumsinya.

5 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan


1. Menyehatkan Sistem Pencernaan

Dikutip dari laman Kebun Indo, di antara kandungan penting dalam jengkol adalah serat. Asupan serat berperan dalam membantu kerja sistem pencernaan, termasuk memperlancar pergerakan usus dan mengurangi risiko sembelit. Serat juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama serta berperan dalam proses penyerapan zat gizi. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung serat dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah karena penyerapan glukosa berlangsung lebih perlahan.

2. Sumber Energi

Jengkol mengandung karbohidrat yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai aktivitas. Karbohidrat dalam makanan berfungsi menyediakan bahan bakar bagi tubuh, sementara kandungan protein nabatinya diperlukan untuk mendukung berbagai proses penting. Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan, serta terlibat dalam pembentukan enzim dan hormon. Dengan kandungan tersebut, jengkol dapat menjadi salah satu pilihan sumber nutrisi nabati dalam pola makan yang beragam dan seimbang.

3. Menyehatkan Tulang

Kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga menjadi salah satu nilai gizi yang terdapat dalam jengkol. Kedua mineral tersebut memiliki peran penting dalam menjaga struktur dan kekuatan tulang serta gigi. Kecukupan asupan mineral merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang. Namun, kebutuhan kalsium dan fosfor tentu tidak hanya dapat dipenuhi dari satu jenis makanan, sehingga tetap diperlukan pola makan yang beragam.

4. Penuhi Kebutuhan Zat Besi

Jengkol juga mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel darah merah. Sel darah merah memiliki peran penting dalam membawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Karena itu, kecukupan asupan zat besi perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Meski demikian, pemenuhan kebutuhan zat besi sebaiknya berasal dari beragam sumber makanan agar kebutuhan nutrisi harian dapat tercukupi secara seimbang.

5. Mendukung Daya Tahan Tubuh

Sejumlah vitamin dan senyawa gizi dalam jengkol turut berperan dalam mendukung fungsi tubuh, termasuk vitamin B1 dan vitamin C. Vitamin B1 diperlukan dalam proses metabolisme energi, sedangkan vitamin C dikenal memiliki fungsi sebagai antioksidan dan berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Dengan mengombinasikan berbagai makanan bergizi dalam menu sehari-hari, tubuh dapat memperoleh vitamin dan mineral yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya.

Mengolah Agar Jengkol Tidak Terlalu Bau

Orang banyak yang senang jengkol, tapi tidak senang dengan dampak bau yang ditimbulkannya pada mulut dan air seni. Dengan itu, orang melakukan pengolahan yang mantap agar baunya berkurang. Berikut ini sejumlah cara mengolah jengkol agar jengkol tidak terlalu bau, yang pada intinya adalah 'pengolahan ganda':

Rendam Semalaman

Langkah pertama adalah membersihkan jengkol sebelum diolah. Jengkol dapat dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Setelah itu, rendam jengkol dalam air dingin selama kurang lebih 6 hingga 12 jam atau semalaman.

Perendaman bertujuan membantu mengurangi aroma tajam yang terdapat pada jengkol. Air rendaman sebaiknya diganti secara berkala agar prosesnya lebih optimal. Selain menggunakan air biasa, sebagian orang juga menggunakan air bekas cucian beras. Jengkol yang direndam lebih lama umumnya akan lebih mudah diolah pada tahap berikutnya.

Rebus Bersama Rempah

Setelah proses perendaman selesai, jengkol dapat direbus hingga teksturnya mulai melunak. Untuk membantu mengurangi bau khasnya, tambahkan bahan-bahan beraroma ke dalam air rebusan.

Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain daun salam, daun jeruk, atau daun jambu biji. Bahan-bahan tersebut memberikan aroma selama proses perebusan. Ada pula cara menggunakan sedikit bubuk kopi hitam tanpa gula ke dalam air rebusan.

Jengkol kemudian direbus hingga teksturnya cukup empuk. Lama perebusan dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan dan tekstur jengkol yang diinginkan.

Ganti Air, Rebus Kembali

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi aroma jengkol adalah menggunakan teknik perebusan dua kali. Setelah jengkol direbus hingga mulai empuk, buang air rebusan pertama.

Selanjutnya, masukkan kembali jengkol ke dalam panci berisi air bersih dan lakukan perebusan untuk kedua kalinya. Jengkol dapat direbus kembali sekitar 10 hingga 20 menit atau hingga teksturnya benar-benar empuk.

Mengganti air rebusan membuat jengkol tidak terus-menerus berada dalam air yang telah digunakan pada proses perebusan pertama. Setelah selesai, tiriskan jengkol dan biarkan suhunya turun sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

Geprek Jengkol

Setelah jengkol direbus hingga empuk, tahap berikutnya adalah memarkan atau menggepreknya. Jengkol dapat dipukul perlahan menggunakan ulekan atau alat penumbuk hingga bentuknya menjadi sedikit pipih.

Selain membuat teksturnya lebih sesuai untuk sejumlah jenis masakan, proses ini juga membuat permukaan jengkol lebih terbuka. Dengan begitu, bumbu yang digunakan saat memasak dapat lebih mudah meresap ke dalam jengkol.

Jengkol yang telah dipipihkan kemudian bisa diolah menjadi berbagai hidangan, seperti jengkol balado, semur jengkol, rendang jengkol, atau dimasak menggunakan bumbu lainnya sesuai selera.

Masak dengan Bumbu Kuat

Tahap terakhir adalah memasak jengkol menggunakan bumbu. Bumbu dengan rempah dan aroma yang kuat dapat memberikan cita rasa yang lebih kaya pada masakan. Pastikan bumbu dimasak hingga matang sebelum jengkol dimasukkan agar aroma masakan menjadi lebih sedap. Jengkol juga sebaiknya dimasak hingga bumbu benar-benar meresap.

Halaman 2 dari 2
(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads