Mie memiliki tempat khusus dalam budaya kuliner China. Bukan sekadar makanan sehari-hari, mie juga membawa simbol dan doa tentang umur panjang, kesehatan, kemakmuran, serta keberuntungan.
Karena itu, masyarakat China mengenal tradisi untuk tidak memotong atau mematahkan mie sebelum memasaknya, terutama ketika menyajikan mie panjang umur atau changshou mian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tradisi tersebut paling kuat terlihat saat perayaan ulang tahun atau acara penting. Masyarakat menganggap panjangnya helai mie sebagai simbol panjang umur. Jika mie dipotong sebelum masuk ke mangkuk, tindakan tersebut dapat dimaknai sebagai simbol mempersingkat umur.
Lantas, mengapa mie mendapat makna khusus dalam budaya China? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari Times of India (20/8).
1. Semakin Panjang Mie, Semakin Panjang Umur
Panjang mie menjadi simbol harapan agar seseorang memiliki umur panjang. Secara tradisional, masyarakat menyajikan mie panjang umur sebagai satu untaian panjang tanpa memotongnya menjadi bagian-bagian pendek.
Dalam jamuan ulang tahun, orang yang menyantap mie juga dianjurkan memasukkan helai mie ke dalam mulut tanpa menggigitnya hingga putus.
Tradisi tersebut bukan sekadar cara menyantap makanan. Panjangnya mie membawa simbol tentang usia yang panjang dan kehidupan yang berkesinambungan.
Karena itu, memotong atau mematahkan mie saat perayaan ulang tahun dapat dianggap membawa sial. Makna tersebut terutama berlaku ketika orang menyajikan mie sebagai bagian dari hidangan ulang tahun.
2. Mie Panjang Umur Menjadi Bagian dari Tradisi
Mie panjang umur memiliki posisi penting dalam sejumlah perayaan khusus dalam budaya China. Masyarakat biasanya menyajikannya saat ulang tahun sebagai simbol keberuntungan dan doa untuk kehidupan yang panjang.
Menyantap mie panjang berarti menerima harapan agar seseorang memperoleh umur panjang. Helai mie yang tidak terputus melambangkan rentang usia dan kelangsungan hidup seseorang.
Karena itu, masyarakat menjaga bentuk mie tetap panjang saat menyajikannya dalam momen-momen tertentu.
3. Makanan dalam Budaya China Memiliki Makna Simbolis
Budaya kuliner China tidak hanya berbicara tentang rasa. Sejumlah makanan juga memiliki simbol dan makna yang berkaitan dengan harapan serta keberuntungan.
Ikan, misalnya, berkaitan dengan kelimpahan. Sementara itu, pangsit kerap dikaitkan dengan kekayaan karena bentuknya menyerupai batang emas dan perak yang digunakan pada masa China kuno.
Kue beras ketan juga memiliki makna tersendiri. Makanan tersebut berkaitan dengan keberuntungan dan kemajuan yang terus meningkat.
Prinsip simbolis yang sama berlaku pada mie. Bentuk, suara, warna, hingga cara menyajikan makanan dapat membawa pesan tertentu dalam budaya China.
4. Apakah Mie Tidak Boleh Dipatahkan Sama Sekali?
Tidak ada aturan tertulis yang secara umum melarang masyarakat China memotong atau mematahkan mie sebelum memasaknya.
Jika seseorang membuat mie di rumah dan memotongnya sebelum dimasak, tindakan tersebut tetap boleh dilakukan. Pantangan tersebut tidak berlaku secara universal dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat China juga mengonsumsi beragam jenis mie dengan cara penyajian yang berbeda-beda.
Kepercayaan mengenai mie yang tidak boleh dipotong menjadi lebih relevan ketika masyarakat menyajikan mie panjang umur, terutama dalam perayaan ulang tahun.
Dalam konteks tersebut, mempertahankan mie tetap panjang bukan sekadar soal cara memasak atau menyantap makanan, melainkan bagian dari simbol dan harapan untuk umur panjang.
Baca berita selengkapnya di detikFood.
(aqr/sud)
