Cokelat bukan hanya dikenal sebagai makanan favorit banyak orang, tetapi juga menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kakao, bahan utama pembuat cokelat, mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
Menurut laman World Agroforestry, sejarah pemanfaatan kakao bahkan sudah berlangsung ribuan tahun. Bangsa Olmec di kawasan Mesoamerika yang hidup pada 1.500-400 SM, dipercaya menjadi peradaban pertama yang mengolah biji kakao menjadi minuman, sebelum kemudian dikembangkan oleh suku Maya dan Aztec.
Kini, manfaat kakao termasuk cokelat hitam (dark chocolate, yaitu cokelat dengan kandungan kakao 70-100 persen) telah menjadi subjek berbagai penelitian ilmiah. Kandungan flavonoidnya disebut berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, hingga fungsi otak.
Dark Chocolate untuk Manfaat yang Lebih Optimal
Meski memiliki banyak manfaat, tidak semua jenis cokelat memberikan efek yang sama bagi kesehatan. Dark chocolate atau cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi umumnya memiliki kandungan flavonoid dan antioksidan lebih banyak dibandingkan cokelat yang tinggi gula dan susu.
Namun demikian, konsumsi cokelat tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Cokelat sebaiknya menjadi bagian dari pola makan seimbang, bukan pengganti pengobatan ataupun gaya hidup sehat.
Kakao-Camil
Baru-baru ini, detikJabar mencoba mematangkan biji kakao mentah dengan mesin roasting kopi. Hasilnya memuaskan. Biji itu matang sesuai rencana, yaitu biji yang bisa dikelupas sebagaimana kacang mete.
Biji kakao matang atau Choconib punya rasa bawaan yang pahit. Namun, karena proses pemanggangan, teksturnya menjadi sangat renyah. Rasa pahit tersebut bukan muncul akibat proses pemanggangan, melainkan karakter asli dari biji kakao itu sendiri.
Proses pemanggangan berjalan seperti pemanggangan pada kopi. Kematangan tersebut ditandai dengan bunyi 'crack' pertama, diikuti 'crack' lainnya secara bersahutan. Itu tanda matang dan biji kakao harus segera dikeluarkan dari mesin roasting.
Setelah dingin, kulit kakao akan dengan mudah dikelupaskan. Hanya dengan menggunakan jemari, kulit kakao terkelupas dan tersisa biji kakao yang siap disantap. Teksturnya sangat renyah. Inilah dark chocolate yang 100 persen cokelat.
Karena sifatnya seperti kacang, yakni bisa dijadikan camilan, detikJabar menyebut kudapan berbasis kakao murni ini sebagai Kakao-Camil.
10 Manfaat Cokelat untuk Kesehatan Jantung dan Otak
Berikut ini adalah sederet manfaat cokelat untuk kesehatan jantung dan otak yang dirangkum dari berbagai sumber, termasuk publikasi pada laman jurnal.stkipmb.ac.id dan laman World Agroforestry.
1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Flavonoid dalam kakao dapat meningkatkan produksi oksida nitrat yang membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks. Efek tersebut membuat aliran darah lebih lancar sehingga berpotensi mendukung kesehatan sistem kardiovaskular dan mengurangi risiko penyakit jantung. Namun ingat, cokelat tetap harus dikonsumsi secara wajar sebagai bagian dari pola makan sehat.
2. Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Salah satu manfaat cokelat yang paling banyak diteliti adalah potensinya dalam membantu menjaga tekanan darah. Flavanol dalam kakao bekerja dengan mendukung pelebaran pembuluh darah sehingga resistensi aliran darah dapat berkurang.
Meski demikian, konsumsi cokelat tidak dapat menggantikan pengobatan bagi penderita hipertensi. Ini hanya sebagai bagian dari pola hidup sehat.
3. Mendukung Fungsi Otak dan Daya Ingat
Aliran darah yang lebih baik ke otak dapat membantu mendukung fungsi kognitif. Sejumlah penelitian menunjukkan flavonoid pada kakao berpotensi membantu meningkatkan memori, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan proses belajar, terutama pada orang dewasa.
4. Kaya Antioksidan
Dark chocolate mengandung polifenol dan flavonoid dalam jumlah tinggi. Senyawa antioksidan tersebut membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh dan berkontribusi terhadap penuaan maupun berbagai penyakit kronis.
Karena itu, kakao sering disebut sebagai salah satu sumber antioksidan alami. Sebab, saat satu bagian tubuh sehat, bagian tubuh lainnya pun akan merasakan dampak positifnya.
(iqk/iqk)