10 Manfaat Cokelat Hitam untuk Kesehatan Jantung dan Otak

10 Manfaat Cokelat Hitam untuk Kesehatan Jantung dan Otak

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 09:00 WIB
Ini Perbedaan Dark Chocolate, Milk Chocolate dan White Chocolate
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2)
Bandung -

Cokelat bukan hanya dikenal sebagai makanan favorit banyak orang, tetapi juga menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kakao, bahan utama pembuat cokelat, mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Menurut laman World Agroforestry, sejarah pemanfaatan kakao bahkan sudah berlangsung ribuan tahun. Bangsa Olmec di kawasan Mesoamerika yang hidup pada 1.500-400 SM, dipercaya menjadi peradaban pertama yang mengolah biji kakao menjadi minuman, sebelum kemudian dikembangkan oleh suku Maya dan Aztec.

Kini, manfaat kakao termasuk cokelat hitam (dark chocolate, yaitu cokelat dengan kandungan kakao 70-100 persen) telah menjadi subjek berbagai penelitian ilmiah. Kandungan flavonoidnya disebut berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, hingga fungsi otak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dark Chocolate untuk Manfaat yang Lebih Optimal

Meski memiliki banyak manfaat, tidak semua jenis cokelat memberikan efek yang sama bagi kesehatan. Dark chocolate atau cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi umumnya memiliki kandungan flavonoid dan antioksidan lebih banyak dibandingkan cokelat yang tinggi gula dan susu.

Namun demikian, konsumsi cokelat tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Cokelat sebaiknya menjadi bagian dari pola makan seimbang, bukan pengganti pengobatan ataupun gaya hidup sehat.

ADVERTISEMENT

Kakao-Camil

Baru-baru ini, detikJabar mencoba mematangkan biji kakao mentah dengan mesin roasting kopi. Hasilnya memuaskan. Biji itu matang sesuai rencana, yaitu biji yang bisa dikelupas sebagaimana kacang mete.

Biji kakao matang atau Choconib punya rasa bawaan yang pahit. Namun, karena proses pemanggangan, teksturnya menjadi sangat renyah. Rasa pahit tersebut bukan muncul akibat proses pemanggangan, melainkan karakter asli dari biji kakao itu sendiri.

Proses pemanggangan berjalan seperti pemanggangan pada kopi. Kematangan tersebut ditandai dengan bunyi 'crack' pertama, diikuti 'crack' lainnya secara bersahutan. Itu tanda matang dan biji kakao harus segera dikeluarkan dari mesin roasting.

Setelah dingin, kulit kakao akan dengan mudah dikelupaskan. Hanya dengan menggunakan jemari, kulit kakao terkelupas dan tersisa biji kakao yang siap disantap. Teksturnya sangat renyah. Inilah dark chocolate yang 100 persen cokelat.

Karena sifatnya seperti kacang, yakni bisa dijadikan camilan, detikJabar menyebut kudapan berbasis kakao murni ini sebagai Kakao-Camil.

10 Manfaat Cokelat untuk Kesehatan Jantung dan Otak

Berikut ini adalah sederet manfaat cokelat untuk kesehatan jantung dan otak yang dirangkum dari berbagai sumber, termasuk publikasi pada laman jurnal.stkipmb.ac.id dan laman World Agroforestry.

1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Flavonoid dalam kakao dapat meningkatkan produksi oksida nitrat yang membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks. Efek tersebut membuat aliran darah lebih lancar sehingga berpotensi mendukung kesehatan sistem kardiovaskular dan mengurangi risiko penyakit jantung. Namun ingat, cokelat tetap harus dikonsumsi secara wajar sebagai bagian dari pola makan sehat.

2. Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu manfaat cokelat yang paling banyak diteliti adalah potensinya dalam membantu menjaga tekanan darah. Flavanol dalam kakao bekerja dengan mendukung pelebaran pembuluh darah sehingga resistensi aliran darah dapat berkurang.

Meski demikian, konsumsi cokelat tidak dapat menggantikan pengobatan bagi penderita hipertensi. Ini hanya sebagai bagian dari pola hidup sehat.

3. Mendukung Fungsi Otak dan Daya Ingat

Aliran darah yang lebih baik ke otak dapat membantu mendukung fungsi kognitif. Sejumlah penelitian menunjukkan flavonoid pada kakao berpotensi membantu meningkatkan memori, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan proses belajar, terutama pada orang dewasa.

4. Kaya Antioksidan

Dark chocolate mengandung polifenol dan flavonoid dalam jumlah tinggi. Senyawa antioksidan tersebut membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh dan berkontribusi terhadap penuaan maupun berbagai penyakit kronis.

Karena itu, kakao sering disebut sebagai salah satu sumber antioksidan alami. Sebab, saat satu bagian tubuh sehat, bagian tubuh lainnya pun akan merasakan dampak positifnya.

5. Membantu Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah

Selain jantung, flavonoid juga berperan dalam menjaga fungsi endotel atau lapisan bagian dalam pembuluh darah. Semua tahu, pembuluh darah yang sehat membantu sirkulasi tetap optimal dan mendukung distribusi oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

6. Berpotensi Meningkatkan Kolesterol Baik (HDL)

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi cokelat hitam dalam jumlah moderat dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik.

Di sisi lain, flavonoid juga diduga membantu mengurangi proses oksidasi kolesterol LDL yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

7. Membantu Mengurangi Peradangan

Peradangan kronis berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk gangguan jantung dan pembuluh darah. Kandungan polifenol dalam kakao memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu menekan respons peradangan dalam tubuh dan mendukung kesehatan secara menyeluruh.

8. Membantu Mengurangi Stres dan Memperbaiki Suasana Hati

Cokelat mengandung berbagai senyawa yang dikaitkan dengan produksi neurotransmiter seperti serotonin dan endorfin. Tak heran jika mengonsumsi cokelat sering dikaitkan dengan perasaan lebih nyaman, rileks, dan suasana hati yang lebih baik.

Kondisi psikologis yang lebih stabil juga dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan jantung.

9. Mendukung Sensitivitas Insulin

Beberapa studi menunjukkan flavonoid kakao berpotensi membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh dapat memanfaatkan glukosa dengan lebih baik.

Efek ini dinilai berpotensi membantu menjaga kesehatan metabolisme dan menurunkan risiko gangguan yang berkaitan dengan kadar gula darah, terutama jika memilih cokelat dengan kandungan gula rendah.

10. Mengandung Mineral Penting untuk Fungsi Otak dan Tubuh

Cokelat hitam juga mengandung berbagai mineral penting seperti magnesium, zat besi, mangan, dan tembaga. Magnesium berperan dalam fungsi saraf dan otot, zat besi membantu pembentukan sel darah merah, sementara mineral lainnya mendukung metabolisme dan berbagai proses penting di dalam tubuh.

Halaman 2 dari 2
(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads