Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan secara khusus pada bulan Ramadhan. Ibadah malam ini dilaksanakan setelah sholat Isya dan menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya besar. Meski hukumnya sunnah, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat tarawih selama bulan Ramadhan.
Amalan ini bisa dikerjakan di masjid atau rumah sendiri maupun berjamaah. Untuk jumlah rakaat dalam sholat tarawih, yakni 8 rakaat ditambah 3 witir (total 11 rakaat) atau 20 rakaat. Berikut tata cara sholat tarawih 11 rakaat.
Hukum dan Keutamaan Sholat Tarawih
Mengutip NU Online, sholat tarawih hukumnya sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Keutamaan sholat tarawih ditegaskan dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau." (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya)
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Dalam praktiknya, sholat tarawih memiliki perbedaan jumlah rakaat. Di Indonesia, jumlah rakaat yang paling umum diamalkan adalah 11 rakaat dan 23 rakaat. Sholat tarawih 11 rakaat terdiri dari 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir sebagai penutup.
Perbedaan jumlah rakaat ini tidak perlu diperdebatkan karena keduanya memiliki dasar dan tujuan yang sama, yakni menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah.
Urutan Pelaksanaan Sholat Tarawih
Sholat tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya dan sunnah ba'diyah Isya. Ibadah ini dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Pelaksanaannya dilakukan dua rakaat satu salam, sebagaimana sholat sunnah pada umumnya.
Imam dianjurkan membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang tidak terlalu panjang agar tidak memberatkan makmum. Namun, panjang pendek bacaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan jamaah.
Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat
Sholat tarawih 11 rakaat dilakukan dengan empat kali salam ditambah witir 3 rakaat sehingga total menjadi 11. Tata cara sholat tarawih sama dengan sholat fardhu atau sholat sunah lainnya. Diawali dengan niat, takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
Imam Ahmad mengatakan, dalam sholat tarawih imam sebaiknya membaca ayat-ayat pendek atau ringan. Tujuannya agar tidak memberatkan jamaah lainnya. Namun ukuran berat ringannya tergantung kebiasaan imam dan makmum di daerah tersebut. Berikut tata cara pelaksanaannya:
Sholat Tarawih 8 Rakaat (Dua Rakaat Salam)
1. Pelafalan niat sholat Tarawih.
2. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
3. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
4. Baca ta'awudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran.
5. Rukuk.
6. Itidal.
7. Sujud pertama.
8. Duduk di antara dua sujud.
9. Sujud kedua.
10. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
12. Salam pada rakaat kedua.
13. Istighfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai sholat Tarawih.
14. Mengulangi langkah ini hingga 8 rakaat selesai.
Sholat Witir 3 Rakaat sebagai Penutup Tarawih
Sholat witir bisa dilakukan dengan dua cara yaitu 2 rakaat salam + 1 rakaat salam atau 3 rakaat sekaligus dengan satu salam. Berikut tata cara sholat witir.
Mengucapkan Niat
Takbiratul Ihram
Membaca Al-fatihah dan surat pendek (Jika shalat witir dilaksanakan sebanyak satu rakaat, maka surat pendek yang dianjurkan untuk dibaca adalah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas. Lain halnya jika dilaksanakan tiga rakaat, maka rakaat pertama membaca surat al-A'la, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, dan surat al-Ikhlas, al-Falaq, serta an-Nas di rakaat ketiga).
Rukuk
I'tidal
Sujud pertama
Duduk di antara dua sujud
Sujud kedua
Berdiri dan masuk ke rakaat kedua
Mengulangi urutan mulai dari membaca al-Fatihah dan surat yang dianjurkan sesuai jumlah rakaat sampai sujud kedua
Berdiri dan masuk ke rakaat ketiga mengulangi urutan mulai dari membaca al-Fatihah dan surat yang dianjurkan sesuai jumlah rakaat, rukuk, iktidal (membaca qunut pada rakaat terakhir), sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua.
Duduk tasyahud terakhir
Salam
Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat
Berikut lafaz niat sholat Tarawih untuk imam, makmum, dan jika dilakukan sendiri.
1. Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Imam
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi imam karena Allah ta'âlâ.
2. Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi makmum karena Allah ta'âlâ.
3. Niat Sholat Tarawih Sendiri
Niat sholat Tarawih sendirian dilafazkan tanpa menyertakan lafaz imaman atau makmuman:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah ta'âlâ.(2)
Niat Sholat Witir 3 Rakaat
Sholat witir dilaksanakan setelah sholat tarawih sebanyak 3 rakaat. Berikut adalah niat sholat witir 3 rakaat.
1. Niat Sholat Witir Berjamaah (Makmum)
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaan ma'muuman lillahi ta'aala.
Artinya: Saya niat sholat sunnah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.
2. Niat Sholat Witir Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Artinya: Saya niat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah Ta'alaa
(iqk/iqk)