- Sholat Witir Usai Tarawih Sebaiknya Dikerjakan Sendiri atau Berjamaah?
- Tata Cara Melaksanakan Sholat Witir Setelah Tarawih A. Sholat Witir 1 Rakaat B. Sholat Witir 3 Rakaat C. Doa Setelah Sholat Witir
- FAQ Sholat Witir Apakah shalat witir harus berjamaah? Apakah shalat witir bisa dilakukan sendiri? Apakah boleh shalat witir 1 rakaat setelah tarawih?
Sholat witir setelah tarawih kerap menimbulkan pertanyaan, lebih tepat dikerjakan sendiri atau berjamaah? Di masjid-masjid Indonesia, biasanya sholat tarawih langsung ditutup dengan witir, tetapi sebagian jamaah ingin mengakhirkan ibadah ini untuk tahajud. Situasi ini membuat banyak orang mencari rujukan fikih yang jelas.
Menurut para ulama, hukum witir berjamaah di bulan Ramadan memiliki pengecualian khusus dibanding hari-hari biasa. Mazhab Syafi'i dan Hanbali menyebutnya sunnah dilakukan berjamaah sebagai syiar, sementara sebagian lainnya menilai boleh tetapi tidak wajib. Opsi ini memberi fleksibilitas bagi jamaah sesuai kebutuhan ibadah malamnya.
Seperti apa penjelasan lengkap mengenai hukum sholat witir usai tarawih? Mari simak penjelasan lengkap d bawah ini, detikers!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Hukum asal witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan sendiri, tetapi Ramadhan menjadi pengecualian karena syiar.
- Mazhab Syafi'i dan Hanbali menyunnahkan witir berjamaah setelah tarawih.
- Jika ingin tahajud, boleh ikut imam dengan niat sholat sunnah mutlak lalu witir sendiri di akhir malam.
Sholat Witir Usai Tarawih Sebaiknya Dikerjakan Sendiri atau Berjamaah?
Secara hukum asal, sholat witir termasuk sholat sunnah yang tidak dianjurkan berjamaah. Namun, para ulama memberikan pengecualian khusus untuk bulan Ramadan. Dikutip dari NU Online, menurut mazhab Syafi'iyah dan Hanabilah, witir di bulan suci ini sunnah dilakukan secara berjamaah sebagai syiar Islam.
Hal ini dijelaskan dalam Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah:
والجماعة في صلاة الوتر سنة في شهر رمضان عند الحنابلة ، ومستحبة عند الشافعية وفي قول عند الحنفية
Artinya: "Berjamaah pada sholat witir adalah hal yang sunnah di bulan Ramadan menurut Madzhab Hanabilah dan Syafi'iyyah serta satu qaul dari Madzhab Hanafiyah."
Meski demikian, anjuran berjamaah ini tidak berlaku mutlak. Bagi orang yang yakin akan terbangun untuk sholat tahajud, mengakhirkan witir di penghujung malam secara sendirian justru lebih utama. Tujuannya agar witir tetap menjadi penutup seluruh sholat malam. Syekh Wahbah az-Zuhaili menyebutkan:
وتندب الجماعة في الوتر عقب التراويh جماعة، إلا إن وثق باستيقاظه آخر الليل،فالتأخير أفضل
Artinya: "Disunnahkan berjamaah dalam melaksanakan sholat witir setelah melaksanakan sholat tarawih secara berjamaah, kecuali ketika seseorang yakin akan bangun di akhir malam, maka mengakhirkan sholat witir baginya adalah lebih utama."
Jika ingin tetap menjaga tradisi berjamaah di masjid namun berencana tahajud, kita dapat mengikuti imam dengan niat sholat sunnah mutlak. Dengan begitu, kita tetap menghargai jamaah tanpa kehilangan keutamaan menutup malam dengan witir di waktu mustajab.
Tata Cara Melaksanakan Sholat Witir Setelah Tarawih
Dihimpun dari buku Tata Cara Shalat Lengkap yang Dicintai Allah dan Rasulullah oleh Yoli Hemdi, Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan oleh Ceceng Salamudin, serta Meniru Cara Shalat Nabi oleh Ustadz Syauqi Abdillah Zein, berikut adalah tata cara melaksanakan sholat witir setelah tarawih.
A. Sholat Witir 1 Rakaat
Berikut ini adalah bacaan niat sholat witir 1 rakaat.
أصَلَّى سُنَةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً وَاحِدَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatal witri rak'atan waahidatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat shalat Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata cara pelaksanaan sholat witir sama seperti sholat pada umumnya, yaitu:
- Dimulai dengan niat
- Takbiratul ihram
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca ayat Al-Quran atau surat pendek
- Rukuk
- Itidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Tahiyat atau tasyahud akhir
- Salam
- Membaca doa setelah sholat witir
B. Sholat Witir 3 Rakaat
Sesuai dengan sunnah Rasulullah, apabila sholat witir 3 rakaat, maka pengerjaannya dilakukan dengan 2 salam. Sholat pertama dengan dua rakaat diakhiri salam dan sholat yang kedua dengan satu rakaat. Berikut ini bacaan niat sholat dua rakaat pertama:
أصَلَّى سُنَةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ اللَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatal witri rak'ataini lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat shalat Witir dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat sholat satu rakaat terakhir:
أصَلَّى سُنَةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً وَاحِدَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatal witri rak'atan waahidatan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat shalat Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala."
Untuk tata cara pelaksanaan sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam, yaitu:
- Dimulai dengan niat sholat witir yang pertama
- Takbiratul ihram
- Membaca surat Al-Fatihah
- Disunnahkan membaca surat Al-A'la
- Rukuk
- Itidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua, membaca surat Al-Fatihah
- Disunnahkan membaca surat Al-Kafirun
- Tahiyat atau tasyahud akhir
- Salam
- Membaca niat sholat witir yang terakhir
- Membaca doa setelah sholat witir
- Takbiratul ihram
- Membaca surat Al-Fatihah
- Disunnahkan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
- Rukuk
- Itidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Tahiyat atau tasyahud akhir
- Salam
- Membaca doa setelah sholat witir
C. Doa Setelah Sholat Witir
Ketika kita sudah menyempurnakan sholat witir 1 maupun 3 rakaat, selanjutnya dianjurkan untuk membacakan doa berikut ini. Menurut riwayat Al-Baihaqi dan Abu Dawud, ada doa khusus sholat witir yang dibaca sebanyak tiga kali, yaitu:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ القُدُّوسِ
Subhanal malikil qudduus.
Artinya: "Mahasuci Allah, Penguasa (alam raya) yang Mahakudus."
Sementara itu, doa setelah sholat witir yang populer di masyarakat adalah sebagai berikut.
سبوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Subbuhun qudduusun rabbunaa wa rabbul malaaikati war ruuh.
Artinya: "Dia Mahasuci, Dia Mahakudus. Dialah Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat serta ruh (Jibril)."
اللَّهُمَّ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَاعُوْذُ مِنْكَ لَا أَحْصِيْ تَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتُ عَلَى نفسك.
Wa Allaahumma a'uudzu biridhaaka min sakhatika bimu'aafaatika min 'uquubatika. Wa a'uudzu bika minka laa ahshii tsanaa-an 'alaika anta kamaa atsnaita 'ala nafsika.
Artinya: "Ya Allah, dengan ridha-Mu aku berlindung dari kemurkaan- Mu dan dengan maaf-Mu (aku berlindung) dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari azab-Mu. Aku tidak sanggup menyebut dan memuji sebagaimana Engkau memuji diri-Mu."
Demikian penjelasan mengenai sholat witir usai tarawih yang bisa dikerjakan berjamaah maupun sendiri. Semoga bermanfaat, detikers!
FAQ Sholat Witir
Apakah shalat witir harus berjamaah?
Tidak. Secara hukum asal, witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan secara munfarid (sendiri). Berjamaah hukumnya tidak wajib dan tidak menjadi standar keabsahan. Namun, di bulan Ramadhan para ulama mazhab Syafi'iyah dan Hanabilah menyunnahkan pelaksanaannya secara berjamaah sebagai bagian dari syiar. Artinya, berjamaah dianjurkan dalam konteks tarawih, tetapi tetap boleh ditinggalkan jika seseorang memiliki rencana ibadah malam lain.
Apakah shalat witir bisa dilakukan sendiri?
Ya, witir sangat boleh dikerjakan sendiri kapan saja, baik di luar Ramadhan maupun di dalam Ramadhan. Bahkan bagi orang yang yakin akan bangun untuk tahajud, para ulama menyebut bahwa mengakhirkan witir hingga menjelang Subuh lebih utama. Tujuannya agar witir benar-benar menjadi penutup seluruh rangkaian sholat malam.
Apakah boleh shalat witir 1 rakaat setelah tarawih?
Boleh. Witir 1 rakaat sah dan termasuk bentuk witir yang diakui dalam berbagai mazhab. Jika mengikuti imam yang menutup tarawih dengan 1 rakaat witir, kita boleh mengikuti imam sepenuhnya atau boleh niat sholat sunnah mutlak jika berencana menunda witir utama sampai akhir malam. Keduanya sama-sama dibolehkan secara fikih.
(par/par)
