Sorak-sorai dan entakan irama reggae di Lapangan Cigaru, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (17/8/2026) malam yang semula hangat seketika berubah menjadi mimpi buruk berdarah. Keriuhan saat berjoget memicu gesekan kecil yang berujung pada dendam di jalanan, hingga membuat seorang pemuda terbaring kritis di ranjang rumah sakit.
Malam itu, sekitar pukul 20.30 WIB, ketegangan mulai pecah. Rekan korban bernama Rapli mendadak dikejar oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam hingga terpaksa menjatuhkan diri dari sepeda motor demi menyelamatkan nyawa dari sabetan senjata.
Melihat rekannya diperlakukan demikian, Andira Yusef Hidayat (19) bersama Angga Ardiansyah (22) tidak tinggal diam. Keduanya memutuskan melaju menyusuri malam ke arah Kiaradua demi mencari rombongan pelaku untuk meminta penjelasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya teman saya si Rapli mau dibacok pas joget, tapi berhasil menghindar dan kabur. Akhirnya saya sama si Angga nyari mereka, ketemu di jalan arah Waluran, bonceng tiga naik motor," ujar Andira saat melapor ke Mapolres Sukabumi, Selasa (18/8/2026).
Pencarian itu mencapai titik bentrok di kawasan sepi jalur Waluran sekitar pukul 23.00 WIB. Sepeda motor pelaku yang ditumpangi tiga orang dipepet oleh korban. Namun, alih-alih berdialog, salah seorang pelaku berambut pirang yang kerap disapa 'si Bule' turun dari motor sembari melancarkan aksi teror dingin dengan menggesekkan bilah celurit ke jalanan beraspal sebelum menyerang membabi buta.
"Mereka bonceng tiga di motor. Pelaku yang berambut pirang dan dikenal sebutan 'si Bule' itu sempat menyeret-nyeret celuritnya ke aspal, terus tiba-tiba langsung mencabut dari balik baju dan menyerang membabi buta," ungkap Andira.
Andira yang mencoba menghindar tak luput dari sabetan senjata tajam yang merobek bagian pundak kirinya.
"Waktu dipepet dan ditanya baik-baik ada masalah apa, yang satu orang tiba-tiba ngeluarin celurit dari dalam baju. Saya sempat kena sabetan di pundak kiri pas mau lari," ucap Andira.
Kondisi paling nahas dialami oleh Angga. Berada di posisi terdesak, ia berusaha menangkis sabetan celurit bertubi-tubi dengan kedua belah tangannya. Tubuhnya dihujani tebasan hingga luka robek menganga menembus pinggang, punggung, serta bahunya, membuat Angga ambruk bersimbah darah di tepi jalan.
"Si Angga tangkis celurit pakai tangan sampai robek. Ada luka di pinggang lukanya dalam banget, terus di punggung sama bahu. Sekarang dia nggak sadar, lagi koma di RSUD Palabuhanratu," jelasnya.
"Si Angga tangannya luka robek karena menangkis celurit. Selain di bahu dan punggung, luka bacok di bagian pinggang belakang itu sangat parah, kira-kira sedalam satu jengkal tangan," tutur Andira.
Melihat korban terkapar tak berdaya dan sorot lampu kendaraan lain mulai mendekat, kawanan pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke dalam kegelapan malam.
Mendapat laporan penganiayaan berat pada Selasa (18/8/2026) pagi, Tim Resmob Satreskrim Polres Sukabumi bergerak cepat menyisir keberadaan para pelaku.
Perburuan kilat itu membuahkan hasil saat polisi mengepung dan meringkus tiga terduga pelaku di rumah mereka masing-masing di kawasan Kecamatan Simpenan, lengkap bersama sepeda motor dan celurit yang digunakan saat beraksi.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membeberkan kronologi penangkapan kelompok pemuda bersenjata tajam tersebut.
"Tadi pagi kami sudah menerima laporan dari pihak korban, korban sebanyak dua orang. Atas dasar tersebut kami menurunkan tim dari Resmob Polres Sukabumi dan alhamdulillah kita dapat mengamankan tiga orang diduga pelaku," ujar Dudi saat memberikan keterangan, Selasa (18/8/2026).
Dudi menegaskan, bentrokan berdarah ini berakar dari senggolan dan ketersinggungan saat acara musik berlangsung, yang kemudian berlanjut pada aksi saling cegat di tengah jalan.
"Di tengah jalan dihentikan, sehingga terjadi perselisihan di situ. Kemudian dari terduga pelaku ini ternyata membawa senjata tajam satu orang. Dari perselisihan tersebut, salah satu pelaku langsung menggunakan senjata tajam mengakibatkan dua orang mengalami luka bacok," kata Dudi.
Menariknya, demi menghindari kejaran polisi serta mengaburkan ciri-ciri fisik yang sempat diingat oleh korban, pelaku berjuluk 'si Bule' rupanya sempat menyamarkan identitas dengan mengubah warna rambutnya.
"Berdasarkan keterangan awal dari korban, salah satu pelaku memiliki ciri-ciri berambut pirang. Pascakejadian, yang bersangkutan sempat mengecat kembali rambutnya menjadi warna hitam," ungkap Dudi.
Namun, upaya penyamaran tersebut sia-sia. Kini ketiga pemuda tersebut telah mendekam di balik jeruji besi Mapolres Sukabumi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan pendalaman terkait dengan kejadian yang seutuhnya, sehingga kami akan mendapatkan keterangan yang pas dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Dudi.
(iqk/iqk)
