Di antara sembilan penyelam yang berbaris di dasar Teluk Palabuhanratu, kehadiran dua remaja berseragam selam lengkap mencuri perhatian.
Mereka adalah Nazwa Haura dan Sandiyuda membuktikan bahwa kecintaan pada tanah air dan kepedulian lingkungan laut bisa diwujudkan dengan cara yang tak biasa.
Kedua pelajar tingkat SMP dan SMA tersebut turun hingga kedalaman tujuh meter, berlutut khidmat memberi hormat pada bendera Merah Putih yang berkibar di bawah permukaan laut Sukabumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat Kesulitan Turun ke Kedalaman
Bagi Nazwa Haura, siswi kelas 2 SMP IT Adzkia, upacara di bawah air ini menjadi pengalaman yang mendebarkan sekaligus membanggakan. Remaja yang baru menjalani lima kali pertemuan latihan selam ini mengaku sempat menghadapi kendala fisik saat awal proses penurunan.
"Awalnya hanya coba-coba karena teman Bunda ada yang menyelam, ternyata seru. Kesulitannya tadi cuma agak susah turun ke bawah, tetapi akhirnya dibantu instruktur. Ini pertama kalinya saya menyelam di laut lepas dan langsung ikut mengibarkan bendera," ungkap Nazwa seusai mendarat di pesisir kepada detikJabar, Senin (17/8/2026).
Rasa gugup Nazwa seketika sirna begitu mencapai dasar laut. Sambil memegang tali panduan dan bersiap membentuk barisan, ia disuguhi panorama ekosistem bawah laut Palabuhanratu.
"Di bawah melihat banyak terumbu karang dan ikan-ikan kecil, pemandangannya sangat indah. Senang dan bangga sekali bisa ikut upacara kemerdekaan di dasar laut," imbuhnya.
Cerita berbeda datang dari Sandiyuda (16), siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Remaja yang akrab disapa Sandi ini sudah menekuni olahraga selam sejak duduk di bangku kelas 2 SMP karena sering diajak menyelam oleh sang ayah.
Kendati sudah memiliki jam terbang latihan selama dua tahun, pengalaman mengibarkan bendera di dasar laut tetap memberikan sensasi haru yang berbeda bagi Sandi.
"Biasanya kita melihat pengibaran bendera di lapangan sekolah atau di darat, sekarang melihat langsung bendera ditancapkan dan berkibar di dasar laut. Tentu merasa sangat kagum dan antusias," ujar Sandi.
Bagi Sandi yang memiliki cita-cita menjadi perwira TNI Angkatan Darat, aksi penyelaman ini menegaskan rasa nasionalismenya. Ia berharap generasi muda lain dapat mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui berbagai aksi nyata, termasuk menjaga kelestarian alam.
"Di mana pun kita berada, kita harus terus bangga menjadi bagian dari Indonesia dan berbuat sesuatu untuk negeri," tegasnya.
Keterlibatan Nazwa dan Sandi mendapat apresiasi dari para penyelam senior. Pengawas Komunitas Konservasi Penyu Sukabumi, Andri Prayoga, menilai kehadiran generasi muda menjadi modal penting bagi masa depan konservasi perairan Sukabumi.
"Partisipasi tahun ini sangat membanggakan karena ada regenerasi dari adik-adik pelajar. Kami berharap ke depan makin banyak anak muda Sukabumi yang memiliki keahlian menyelam sehingga bisa ikut menjaga dan memantau terumbu karang kita secara berkelanjutan," ujar Andri.
Diberitakan sebelumnya, komunitas Pegiat Konservasi Nyelam Sukabumi (Penyu) menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di dasar laut Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Aksi yang diikuti sembilan penyelam tersebut bukan sekadar perayaan seremonial HUT RI, melainkan membawa misi mengampanyekan perlindungan ekosistem terumbu karang dan biota laut di kawasan pesisir Sukabumi.
Upacara bawah air ini juga menjadi penutup rangkaian pelatihan lisensi selam yang dipandu instruktur dari Bandung Scuba Centre.
(yum/yum)
