Polisi mengungkap kronologi kematian Ricky Ardiansyah, pria asal Garut yang tewas usai dibacok pamannya sendiri. Tersangka ternyata tersulut emosi gegara ditantang kelahi oleh korban.
Kejadian pembacokan yang dilakukan tersangka berinisial B (62/sebelumnya disebut 50 tahun) terhadap Ricky terjadi di Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Senin, (3/8) petang sekitar jam 18.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, kejadian bermula saat korban melintas di rumah pelaku. Saat itu, korban yang sedang mabuk menantang pelaku untuk berkelahi.
"Korban bilang, apa kamu lihat-lihat, kalau berani buka pintunya," ungkap Niko.
Pelaku yang sedang memotong ayam untuk pakan musang kemudian membuka pintu. Namun, korban langsung menyerang pelaku dan memukulnya ke bagian belakang kepala sebanyak dua kali.
Menurut Niko, pelaku langsung naik pitam dan menyerang korban menggunakan golok. Korban dibacok sebanyak 10 kali di bagian kepala belakang, pipi, leher hingga ditusuk di bagian perut.
Baca juga: Golok dan Jejak Pembacokan Sadis di Garut |
Usai kejadian, B langsung melarikan diri. Sedangkan korban langsung dievakuasi ke RSUD dr. Slamet Garut untuk mendapatkan pertolongan. Usai dirawat seharian, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, (5/8) pagi kemarin.
Sedangkan pelaku berhasil diamankan oleh personel Polsek Banyuresmi sekitar satu kilometer dari TKP saat sedang bersembunyi. Niko menjelaskan, pelaku saat ini sudah ditahan dan ditetapkan tersangka.
"Terhadap pelaku kami sangkakan Pasal 468 KUHP tentang Penganiayaan Berat yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," pungkas Niko.
