Jejak ceceran darah di pinggir jalan dan video yang beredar luas di media sosial menjadi awal terungkapnya pembacokan sadis di Garut, Jawa Barat (Jabar). Polisi kemudian menemukan fakta bahwa pelaku dan korban ternyata masih memiliki hubungan keluarga, dengan konflik lama yang diduga menjadi pangkal petakanya.
Dalam rekaman yang tersebar, korban berinisial RA mengalami luka parah di sekujur tubuh dan kini dikabarkan kritis di rumah sakit. Berdasarkan penelusuran, insiden berdarah ini terjadi di kawasan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Garut pada Senin (3/8) petang sekitar pukul 18.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video berdurasi 12 detik itu menampilkan momen seorang pria yang tengah terkapar di pinggir jalan. Pria yang tampak penuh luka itu terlihat ditolong dua orang lainnya.
Yang membuat kasus ini mengerikan, selain video, beredar juga sejumlah dokumentasi berbentuk foto saat korban dibawa ke rumah sakit. Dalam foto-foto itu, seperti dilihat detikJabar, Selasa pagi, terlihat bahwa korban mengalami luka bacok di bagian wajah, tangan, badan, hingga kepala yang cukup parah.
Pelaku kemudian kabur setelah kejadian. Sementara itu, korban langsung dilarikan ke IGD RSUD dr. Slamet Garut untuk mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter.
"Untuk pelaku sudah dalam penanganan Sat Reskrim Polres Garut. Kasusnya sedang diselidiki," ungkap Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi kepada detikJabar, Selasa pagi.
Kapolsek Banyuresmi Kompol Aben Nurhidayat menyebut kejadian bermula dari cekcok antara pelaku dan korban. Perselisihan tersebut ternyata berbuntut panjang hingga berujung pada aksi pembacokan.
"Sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku yang baru selesai sholat berpapasan dengan korban yang sedang kencing. Saat itu, korban berkata, 'naon melong' kepada pelaku hingga berujung pertikaian," ungkap Aben kepada wartawan, Selasa, (4/8/2026).
Cekcok yang terjadi ternyata hanyalah puncak gunung es dari konflik antara RA dan B. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, keduanya sudah lama bersitegang terkait masalah keluarga. Ricky sendiri diketahui merupakan keponakan dari B.
Malam itu, B yang diduga menyimpan dendam kesumat bergegas masuk ke rumah untuk mengambil sebilah golok. Menurut Aben, pelaku lantas menghampiri RA yang tengah nongkrong di pinggir jalan dalam kondisi mabuk, lalu menebasnya berkali-kali.
"Korban dibacok secara membabi-buta oleh pelaku. Setelah melakukan aksi pembacokan, pelaku kemudian melarikan diri," ujar Aben.
Insiden tersebut berdampak serius bagi Ricky. Ia mengalami luka parah di sekujur tubuh, mulai dari area wajah, kepala bagian belakang, pinggang, hingga bagian samping tubuh akibat sabetan golok yang diayunkan B.
Ricky segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, B melarikan diri usai membacok korban. Personel Polsek Banyuresmi yang menerima laporan kejadian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan.
Beberapa jam berselang, polisi berhasil mengendus keberadaan B. Ia ditemukan bersembunyi di balik tanaman jagung di kebun belakang rumah korban. B kemudian digiring petugas ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Kasusnya saat ini sudah kami serahkan ke Polres Garut untuk ditangani lebih lanjut oleh penyidik dari Sat Reskrim Polres Garut," pungkas Aben.
Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
