Saat Eks Napiter Penjual Es Teh di Tasik 'Kasih Paham' lewat Bom Rakitan

Saat Eks Napiter Penjual Es Teh di Tasik 'Kasih Paham' lewat Bom Rakitan

Faizal Amiruddin - detikJabar
Rabu, 15 Jul 2026 16:45 WIB
Tersangka AAS (paling depan) saat digiring polisi di Mapolres Tasikmalaya Kota.
Tersangka AAS (paling depan) saat digiring polisi di Mapolres Tasikmalaya Kota (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar).
Tasikmalaya -

Ledakan bom rakitan di kompleks olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, yang melibatkan AAS (28), seorang eks narapidana kasus terorisme (eks napiter) sekaligus pedagang es teh, menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah.

Pasca-insiden tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya Ade Hendar memastikan pengawasan dan pembinaan terhadap eks napiter tetap berjalan. Langkah ini dilakukan bersama sejumlah pihak sebagai upaya pencegahan agar proses reintegrasi sosial komunitas tersebut tetap terjaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetap dilakukan upaya reintegrasi bagi saudara kita eks napiter, kita upayakan preventif secara terus menerus, mereka kan warga Tasikmalaya," kata Ade, Rabu (15/7/2026).

Ade Hendar menjelaskan AAS merupakan warga Tasikmalaya yang sebelumnya pernah tersangkut kasus terorisme pada tahun 2020 lalu.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, proses hukum yang dijalaninya telah selesai dan selama ini ia mengikuti program pembinaan hingga kembali berbaur dengan masyarakat.

Menurut Ade, pihaknya mengenal AAS sebagai sosok yang sudah kembali beraktivitas normal seperti warga lainnya. Bahkan, yang bersangkutan sudah berdagang dan menjalin komunikasi dengan lingkungan sekitar tanpa hambatan.

"Sepengatahuan kami yang bersangkutan eks napiter dan sudah seperti biasa, ada pembinaan hingga sudah membaur," kata Ade.

Ia menambahkan, pembinaan terhadap eks napiter di Kota Tasikmalaya tidak hanya dilakukan oleh Kesbangpol. Program tersebut melibatkan berbagai instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui pendekatan deradikalisasi dan upaya preventif lainnya.

"Pola pembinaan tidak hanya di kita saja, instansi lain ada, kita lebih ke salah satunya dengan deradikalisasi," kata Ade.

Terkait motif di balik ledakan yang terjadi di Dadaha, Ade menilai peristiwa tersebut lebih dekat dengan persoalan yang berkembang di lingkungan para pedagang daripada berkaitan dengan aktivitas terorisme.

"Kalau kami melihat sebagai persaingan dagang saja, dan kita tidak melihat ruang-ruang itu (terorisme)," kata Ade.

Meski aksi AAS itu disesalkan, perakitan bom tersebut setidaknya tidak dirancang untuk melukai orang atau memiliki motivasi aksi teror.

"Sebatas aksi spontanitas , hanya saja spontanitasnya ini mah lain gitu," kata Ade.

AAS diduga ingin unjuk kekuatan saat terlibat konflik di lingkungan kerjanya. Setidaknya hal ini tergambar dari kesaksian Resa, seorang pedagang cimin, yang mendengar AAS menyampaikan kalimat pembuktian.

Resa sempat mendengar potongan ucapan saat terjadi cekcok antara tersangka AAS dengan E alias Uwa yang dalam kondisi mabuk.

"Yeuh bisi teu percaya mah tinggali (nih kalau tidak percaya lihat), diantaranya itu ucapan yang saya dengar. Soalnya itu diucapkan keras. Kan mereka juga nggak jauh dari situ," kata Resa menirukan ucapan AAS kepada E.

Di momen itu, Resa juga mengaku melihat dengan sudut matanya saat AAS menunjukkan benda mirip remot ke arah E. "Nah udah itu nggak lama ada ledakan," kata Resa.

Informasi dari pedagang lain menyebutkan, AAS diduga jengkel karena sering diejek atau ditantang terkait statusnya sebagai mantan teroris. Hingga pada satu momentum, ketika kejengkelannya memuncak, dia memilih unjuk kekuatan.

"Ibaratnya dia (AAS) mau kasih paham ke pedagang yang bermasalah dengannya," kata Irfan, pedagang telur gulung.

Irfan mengaku bersyukur bom itu tak sampai menimbulkan korban, walaupun dia sendiri kaget akibat suara ledakan kencang. "Untungnya nggak sampai ada korban," kata Irfan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Rentetan Temuan Granat-Mortir Usai Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Numfor"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads