Fakta-fakta Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok Usai COD Celurit

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 04 Jul 2026 09:30 WIB
Ilustrasi pembunuhan. Foto: (Getty Images/ilbusca)
Purwakarta -

Nasib malang dialami remaja berinisial AF (16), warga Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, tewas bersimbah darah dengan luka robek di tubuhnya. Ia menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh kelompok pemuda di Jalan Raya Campaka, Purwakarta, Jumat (3/7) dini hari.

AF dibacok usai melakukan transaksi cash on delivery (COD) di wilayah Subang, berikut deretan fakta dalam kejadian ini:

Kejar-kejaran Pelaku dan Korban

Dalam video amatir yang beredar, menunjukkan sekelompok korban dikejar oleh sekelompok pelaku dari arah Subang menuju Purwakarta. Diduga korban mengacungkan senjata tajam yang cukup panjang, sementara sekelompok pelaku terus mengejarnya. Setiba di TKP, korban terjatuh dari motornya dan para pelaku langsung mengambil sajam milik korban.

Pelaku tak segan membacokkan sajam itu ke tubuh korban hingga tergeletak bersimbah darah di tengah jalan, sementara para pelaku panik. Korban mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju RSUD Bayu Asih Purwakarta akibat luka bacok yang dideritanya.

Keluarga Histeris

Pihak keluarga yang datang ke rumah sakit histeris melihat tubuh anaknya terbujur kaku di kamar jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta.

"Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku dan mengungkap kasus ini," ujar Apris, tante korban kepada awak media di ruang jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Keluarga tidak mengetahui aktivitas apa yang dilakukan korban di Purwakarta. Ia juga belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait para pelaku.

Korban COD Sajam

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum kejadian, korban bersama tiga rekannya diketahui baru saja melakukan transaksi cash on delivery (COD) untuk membeli senjata tajam jenis celurit di wilayah Kabupaten Subang.

Namun nahas, saat dalam perjalanan pulang melintasi Jalan Raya Campaka, korban dan rombongannya diduga dipepet oleh enam orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Adu mulut sempat terjadi sebelum akhirnya berubah menjadi aksi kekerasan.

"Jadilah cek-cok antara korban, grup korban dan grup pelaku yang di mana senjata korban direbut, kemudian pelaku menggunakan senjata korban untuk melakukan pembacokan terhadap korban," ujar Kasat.

Polisi Dalami Motif Kejadian

Made mengatakan, penyidik masih mendalami motif di balik penyerangan tersebut. Penyidik telah mengantongi identitas para terduga pelaku dan kini tengah melakukan pengejaran.

"Identitas para pelaku sudah kami kantongi dan saat ini masih dalam pengejaran. Motif kejadian juga masih kami dalami," katanya.

Selain memburu para pelaku, polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti guna mengungkap secara utuh kronologi peristiwa berdarah tersebut.




(wip/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork