Tolak Beri Rp500 Ribu, Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman

Round-up

Tolak Beri Rp500 Ribu, Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 06 Apr 2026 08:00 WIB
Lokasi pemilik hajatan tewas dikeroyok preman di Purwakarta
Lokasi pemilik hajatan tewas dikeroyok preman di Purwakarta (Foto: Dian Frimansyah/detikJabar)
Purwakarta -

Pesta pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia itu pun berubah menjadi tragedi berdarah. Insiden itu terjadi di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

Dadang, yang sedang menggelar resepsi pernikahan anaknya tewas setelah diduga dikeroyok sekelompok pemuda yang dikenal sebagai preman kampung.

Peristiwa ini dipicu permintaan uang dari kelompok tersebut kepada pihak keluarga. Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku sempat meminta uang dalam dua tahap dengan nominal berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikasih Rp 100 Ribu, Balik Lagi Minta Rp 500 Ribu

Adik korban, Wahyudin, mengungkapkan bahwa kelompok tersebut pertama kali datang ke acara resepsi dan meminta uang sebesar Rp100 ribu, yang kemudian diberikan oleh pihak keluarga.

"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp100 ribu," ujar Wahyudin saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Sabtu (4/4/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Namun, sekitar satu jam kemudian, kelompok yang sama kembali datang dan meminta uang dengan nominal lebih besar, yakni Rp500 ribu. Permintaan kedua ini ditolak oleh korban.

"Yang kedua minta Rp500 ribu, kakak saya menolak," katanya.

Penolakan tersebut memicu keributan. Korban sempat keluar dari tenda resepsi, dan di luar lokasi acara terjadi aksi pengeroyokan.

"Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Pesta Berubah Jadi Kepanikan

Peristiwa tragis itu juga terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat ambruk, sementara suasana pesta berubah menjadi kepanikan. Istri dan anak korban dilaporkan pingsan di lokasi kejadian.

Pantauan di Mapolres Purwakarta, anak korban yang masih mengenakan kebaya resepsi tampak menunggu proses pemeriksaan sambil menahan kesedihan.

Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi.Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi. Foto: Dian Frimansyah/detikJabar

Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang berujung kematian tersebut. Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengatakan kejadian bermula dari keributan di lokasi hajatan.

"Diduga ada sekelompok orang yang membuat keributan di acara hajatan, kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Enjang.

Ia menyebutkan, Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Diduga pelaku lebih dari dua orang. Saat ini masih dalam pengembangan. Kami berharap dalam waktu dekat para pelaku bisa diamankan," katanya.

Polisi Temukan Belahan Bambu

Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.

"Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi," tambahnya.

Hingga Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB, jenazah korban masih berada di kamar jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum dan rencana autopsi.

Pelaku Sudah Teridentifikasi

Satreskrim Polres Purwakarta terus mendalami kasus penganiayaan maut di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka. Polisi telah memeriksa keluarga korban yang saat itu tengah menggelar hajatan pernikahan, serta sejumlah saksi dari warga sekitar.

Selain olah TKP awal untuk mengamankan lokasi, polisi juga telah melakukan visum dan autopsi terhadap jasad korban guna memastikan penyebab pasti kematiannya.

"Untuk peristiwa penganiayaan yang terjadi di Campaka, pihak penyidik masih marathon melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan terhadap saksi-saksi," ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, melalui pesan elektroniknya, Minggu (05/04/2026).

Saat ditanya perkembangan penyelidikan, Uyun menegaskan pihaknya telah mengidentifikasi terduga pelaku yang melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia tersebut. Namun, ia belum secara terang-terangan menyebutkan identitas terduga pelakunya.

"Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan tersebut yang saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads