Janji Temu Berdarah di Depan Puskesmas Sukabumi, Pemuda Dibacok Kenalan

Janji Temu Berdarah di Depan Puskesmas Sukabumi, Pemuda Dibacok Kenalan

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 10:15 WIB
The death of a deaf man who was shot after a North Carolina Highway Patrol officer tried to pull him over for speeding is being investigated (AFP Photo/Joshua Lott)
Ilustrasi Tindak Kriminal. (Foto: AFP Photo/Joshua Lott)
Sukabumi -

Niat hati ingin bertemu kenalan, seorang pemuda bernama Danil Lubis (25) justru menjadi korban keberingasan di depan Puskesmas Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Janji temu yang disepakati melalui pesan singkat WhatsApp itu berakhir berdarah setelah korban dibacok menggunakan celurit.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 20.45 WIB di Jalan H Anwari, Kampung Nagrak Mukti, Desa Ciracap. Antara korban dan pelaku diketahui saling mengenal satu sama lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian mengonfirmasi insiden penganiayaan tersebut. Taufick menyebut pelaku saat ini tengah dalam pengejaran.

"Awalnya korban dan pelaku ini berkomunikasi lewat WhatsApp, kemudian janjian bertemu di depan Puskesmas Ciracap. Jadi mereka memang saling kenal," ujar Taufick dalam keterangan tertulis kepada detikJabar, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

Saat korban tiba di lokasi, pelaku ternyata tidak datang sendiri melainkan bersama seorang temannya. Bukannya berbincang, pelaku justru langsung mengeluarkan senjata tajam yang diduga jenis celurit dan menyerang korban secara membabi buta.

"Terlapor menyerang korban menggunakan senjata tajam ke bagian punggung dan paha sebelah kiri. Setelah beraksi, pelaku dan temannya langsung kabur menggunakan sepeda motor," jelas Taufick.

Korban yang bersimbah darah sempat berusaha mengejar pelaku dengan motornya. Namun, aksi kejar-kejaran itu terhenti di Kampung Babakan Sawah karena korban terjatuh akibat luka yang dideritanya. Pelaku pun berhasil meloloskan diri dari kejaran.

Sementara itu, Kasubag TU Puskesmas Ciracap Iwan Hermawan menjelaskan korban tiba di Puskesmas sekitar pukul 21.00 WIB dengan diantar oleh beberapa rekannya untuk mendapatkan pertolongan darurat.

"Pasien datang ke ruang PONED diantar temannya. Kondisinya mengalami luka robek di paha kiri depan dan punggung," ungkap Iwan.

Tim medis yang bertugas langsung melakukan tindakan penjahitan pada luka korban. "Dilakukan tindakan hekting (jahitan). Di bagian paha ada 6 jahitan dan di punggung ada 4 jahitan. Setelah kondisi dipastikan stabil, sekitar pukul 21.47 WIB pasien diperbolehkan pulang bersama keluarga dan dikawal pihak kepolisian," tambah Iwan.

Saat ini, pihak Polsek Ciracap telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengamankan hasil visum. Kasus penyerangan dalam 'janji temu berdarah' ini kini ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Ciracap untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

(sya/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads