Malam Penuh Kengerian di Salah Sudut Jalan Kota Bandung

Round-Up

Malam Penuh Kengerian di Salah Sudut Jalan Kota Bandung

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 08:00 WIB
TKP pembunuhan wanita muda di Kota Bandung
TKP pembunuhan wanita di Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Nanda Tritami Raina (26) tewas dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Korban meregang nyawa di dalam mobil miliknya di Jalan Sekelimus Tengah, RT 03 RW 06, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Sabtu (9/5). Pelakunya diduga mantan kakak ipar korban, Cecep Muktar Maulana (30).

Hamzah (40), petugas keamanan sebuah rumah makan Padang yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, menjadi saksi mata dalam peristiwa berdarah ini. Hamzah melihat langsung detik-detik mengerikan sebelum korban mengembuskan napas terakhirnya.

"Kejadiannya malam, korban warga Sumedang, ngontrak di belakang ini, kerja di rumah sakit. Pelaku mantan kakak ipar, pelaku cerai dengan kakak korban, katanya kalau ada masalah kakaknya itu ngadu ke adiknya," kata Hamzah, Senin (11/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Katanya pelaku mau rujuk tapi dihalangi korban," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Hamzah mengungkapkan, malam itu korban melintas menggunakan mobil berwarna putih. Namun, laju kendaraan korban mendadak terhenti setelah pelaku mengadangnya di tengah jalan.

"Korban lewat, disetop oleh pelaku, tidak berhenti, pelaku menabrakan diri, otomatis mobil berhenti dan pelaku langsung buka pintu mobil dan masuk ke dalam," ungkapnya.

Situasi berubah cepat. Dalam ruang sempit di dalam mobil itulah aksi brutal terjadi. "Penusukannya di dalam mobil," sambung Hamzah yang malam itu tengah berjaga.

Di dalam kendaraan, korban diketahui seorang diri. Mantan istri maupun anak pelaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

"Tidak ada," ujarnya.

Hamzah menuturkan, teriakan minta tolong dari korban menjadi awal dirinya menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Ia pun bergegas menghampiri mobil tersebut.

"Pelaku buka pintu, korban didorong, kayanya itu pas menikamnya. Korban itu minta tolong, pas saya buka pintunya pelaku bilang jangan ikut campur ini masalah keluarga," jelas Hamzah.

Awalnya Hamzah sempat menahan diri karena mengira pertikaian keluarga biasa. Namun, semuanya berubah saat ia melihat ceceran darah di dalam mobil.

"Ini bukan masalah keluarga, ini sudah kriminal, kata saya," tegas Hamzah.

Malam itu, suasana mendadak riuh. Hamzah segera meminta bantuan rekannya dan meminta warga menghubungi polisi. Di saat bersamaan, ia juga berusaha memastikan pelaku tidak melarikan diri dari lokasi kejadian.

"Pelaku katanya enggak akan kabur, terus saya bilang kenapa ini bisa terjadi. Kata pelaku sekarang sudah puas, sudah puas," ujar Hamzah menirukan ucapan pelaku.

Tak sampai lima menit kemudian, anggota Polsek Bandung Kidul tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku.

Sementara itu, kondisi korban perlahan melemah. Saat masih berada di dalam mobil, Nanda disebut masih sadar dan sempat memohon pertolongan. Namun, ketika tubuhnya dievakuasi keluar kendaraan untuk dibawa menggunakan ambulans, perempuan muda itu sudah tak sadarkan diri.

Kapolsek Bandung Kidul Kompol Sulardjo mengatakan, korban dan pelaku memang masih memiliki hubungan keluarga. Korban merupakan mantan adik ipar dari pelaku.

Dalam kejadian tersebut, pelaku datang ke kawasan Sekelimus Tengah menggunakan angkutan kota dengan tujuan mencari anak dan mantan istrinya. Namun setibanya di lokasi, pelaku justru bertemu dengan korban yang datang menggunakan mobil pribadi.

"Pelaku berniat mencari Anak dan Istri setelah sampai dilokasi ternyata tidak ada kemudian bertemu dengan adik ipar (korban)," kata Sulardjo.

Diduga terjadi percekcokan antara keduanya. Korban disebut sempat menabrakkan mobilnya ke arah pelaku. Tak mampu mengendalikan emosi, pelaku kemudian melakukan penusukan menggunakan pisau dapur yang telah dibawanya.

"Pelaku langsung menusuk Korban menggunakan pisau dapur sebanyak empat sampai lima kali ke bagian dada," ujar Sulardjo.

Korban yang mengalami luka parah di bagian dada sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pindad menggunakan ambulans. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

"Korban dilarikan ke Rumah Sakit Pindad dengan menggunakan ambulans. Pukul 21.13 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video 12 Jam Diperiksa, Keluarga Ungkap soal KDRT dalam Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads