Pengakuan Perempuan di Sukabumi Jadi 'Umpan' Mantan Suami Siri

Pengakuan Perempuan di Sukabumi Jadi 'Umpan' Mantan Suami Siri

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 23:00 WIB
Poster
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Sukabumi -

IJ (19) perempuan asal Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi akhirnya buka suara soal malam mencekam di Cimaja, Kabupaten Sukabumi. Bukan sekadar saksi, IJ mengaku dipaksa mantan suami sirinya, H, untuk menjadi "umpan" dalam sebuah skenario penjebakan brutal terhadap pria bernama Ardi.

IJ mengaku tidak punya pilihan selain menuruti kemauan H. Ia diminta memancing Ardi ke sebuah apotek yang sudah tutup di kawasan Cimaja dengan alasan motornya bermasalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya disuruh menjebak Ardi ke Cimaja. Disuruh duduk di depan apotek, terus harus chat Ardi mesra banget. Mantan suami saya bilang, 'Kamu harus chat minta tolong karena ban motor kempes'," ujar IJ dalam pengakuannya.

Saat Ardi merasa ragu, ia sempat melakukan panggilan video kepada IJ. Di sinilah rekayasa itu terjadi. H ternyata berada tepat di samping IJ namun bersembunyi agar tidak tertangkap kamera ponsel.

ADVERTISEMENT

"Mantan suami saya membisikkan, 'sendiri, sendiri'. Saya bilang ke Ardi kalau saya sendiri. Karena mereka sembunyi di balik mobil dan gelap, jadi tidak kelihatan di kamera," jelasnya.

Begitu Ardi tiba untuk menolong, H langsung muncul dari persembunyian dan melayangkan pukulan telak. IJ menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Ardi dihajar tanpa ampun.

"Tiba-tiba mantan suami saya datang dan langsung menghantam Ardi. Dar! Begitu pukulannya. Saya lihat dua kali pukul, tapi Ardi sampai muntah darah banyak sekali di mobil," tutur IJ dengan nada bergetar.

Kejadian mengerikan itu berlanjut di atas mobil saat menuju kantor polisi. Di tengah kondisi Ardi yang bersimbah darah, H disebut terus melakukan intimidasi verbal.

"Dia marah-marah terus di mobil. Dia bilang, 'Saya itu punya uang banyak, saya paling kaya, kamu tahu tidak saya banyak uang di kampung ini!'," tambah IJ menirukan gertakan mantan suaminya.

Terkait tudingan perselingkuhan, IJ membantah keras. Ia menegaskan hubungan pernikahan sirinya dengan H sudah berakhir jauh sebelum malam itu. Ia menyebut H sudah menjatuhkan talak berkali-kali.

"Bukan selingkuh. Dia sudah sering bilang 'Kita cerai' lewat chat, sudah lebih dari lima kali. Tapi HP saya sekarang disita dia, semua bukti ada di situ," tegasnya.

Rifki Aditya, kuasa hukum IJ pun angkat bicara. Ia menilai kliennya telah dijadikan alat untuk melakukan tindak pidana penganiayaan di bawah tekanan psikis.

"Klien kami dijadikan umpan di bawah ancaman. Ini tindakan terencana! Motif cemburu itu hanya alibi karena secara agama mereka sudah sah cerai lewat talak chat," tegas Rifki.

Kini IJ berharap ponselnya segera dikembalikan agar bukti-bukti talak tersebut bisa terungkap dan memulihkan nama baiknya dari tuduhan perselingkuhan.

Selain Ardi yang jadi korban pemukulan yang melapor ke polisi diketahui perempuan berusia 18 tahun itu juga melaporkan H mantan suami sirinya ke polisi dengan dasar dugaan rudapaksa dan UU Perlindungan Perempuan dan Anak.

(sya/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads