Amukan ODGJ Bikin Pria Sukabumi Luka 6 Jahitan di Leher

Round Up

Amukan ODGJ Bikin Pria Sukabumi Luka 6 Jahitan di Leher

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 09 Apr 2026 08:00 WIB
Ilustrasi pembacokan, ilustrasi penebasan, ilustrasi penikaman. (AI)
Foto: Ilustrasi pembacokan, ilustrasi penebasan, ilustrasi penikaman. (AI)
Sukabumi -

Wandi (53) kini harus memulihkan kondisinya dalam beberapa hari. Pria asal Kampung Bojong Duren, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi itu mendapat 6 jahitan setelah dibacok seorang ODGJ bernama Ujun (58).

Peristiwa mengerikan itu menimpa Wandi yang sedang mencuci pakaian di rumahnya. Secara tiba-tiba, Ujun datang dan langsung melayangkan bacokan ke tubuh korban.

"Pelaku yang diduga ODGJ datang membawa sebilah golok dan langsung membacok leher korban tanpa sebab," ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, Wandi sekuat tenaga menahan rasa sakit dari luka bacokan. Beruntung dia bisa dievakuasi kepala desa dan sejumlah orang lainnya untuk mendapat perawatan.

ADVERTISEMENT

Namun akibatnya, Wandi mengalami luka bacok di bagian leher dan harus mendapat 6 jahitan. Setelah memdapat perawatan, korban kemudian diperbolehkan pulang untuk memulihkan kondisinya.

Setelah itu, pelaku akhirnya diamankan. Pria ODGJ ini sempat bersembunyi di dalam rumah sampai akhirnya bisa dirayu untuk menyerah.

Namun, penangkapan Ujun tak semudah hasil negosiasi. Sebab saat keluar dari tempat persembunyian, pelaku masih membawa golok. Aparat bersama warga akhirnya bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan pelaku tanpa menimbulkan korban tambahan.

"Pelaku kemudian diamankan dan langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk penanganan medis kejiwaan," katanya.

Kini, Ujun (58) yang mengalami gangguan jiwa sedang menjalani perawatan intensif di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Dia diantar ke rumah sakit dengan kondisi lengan diborgol. Tindakan itu dilakukan karena yang bersangkutan memiliki riwayat membacok leher warga hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

"Pasien diantar oleh keluarga, keponakannya, bersama polisi dalam kondisi sudah diborgol karena ada riwayat melukai warga," ujar Humas RSUD R Syamsudin SH, dr Irfanugraha.

Berdasarkan keterangan keluarga, Ujun memang telah lama mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan, kondisinya disebut sudah berlangsung lebih dari dua dekade, namun belum pernah mendapatkan penanganan medis secara memadai.

"Betul, ada riwayat gangguan jiwa. Keluarga mengakui sudah lebih dari 20 tahun, tapi tidak pernah dibawa berobat," katanya.

Setibanya di rumah sakit, pasien langsung menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemeriksaan dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga uji laboratorium.

Hasil sementara menunjukkan adanya indikasi kuat gangguan kejiwaan, yang diperkuat dengan riwayat pasien yang kerap mengalami halusinasi sejak lama.

"Dari hasil pemeriksaan, mengarah ke gangguan jiwa karena ada riwayat sering halusinasi," ucap Irfan.

Selanjutnya, pasien dikonsultasikan ke dokter spesialis kedokteran jiwa. Berdasarkan hasil asesmen, pasien disarankan untuk menjalani perawatan intensif.

"Sudah dikonsulkan ke dokter spesialis jiwa dan disarankan untuk dirawat inap di bangsal jiwa," tutupnya.



(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads