Geger Pria Diduga ODGJ Bacok Leher Warga di Sukabumi

Geger Pria Diduga ODGJ Bacok Leher Warga di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 08:54 WIB
Close up of Hand with knife following young terrified man ,Bandit is holding a knife in hand. Threat Concept
Ilustrasi pembacokan. Foto: Getty Images/iStockphoto/chingyunsong
Sukabumi -

Seorang pria di Kabupaten Sukabumi menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Peristiwa itu terjadi saat korban tengah beraktivitas di rumahnya.

Insiden terjadi di Kampung Bojong Duren, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Saat kejadian, korban Wandi (53) sedang mencuci, sebelum tiba-tiba didatangi pelaku yang dikenal bernama Ujun (58).

"Pelaku yang diduga ODGJ datang membawa sebilah golok dan langsung membacok leher korban tanpa sebab," ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat serangan tersebut, Wandi mengalami luka bacok di bagian leher dan harus mendapatkan enam jahitan. Korban sempat dievakuasi oleh kepala desa bersama perangkat menggunakan ambulans ke klinik terdekat sebelum akhirnya diperbolehkan pulang untuk beristirahat.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, usai Ujun melakukan aksinya, ia sempat bersembunyi di dalam rumah. Petugas bersama warga kemudian melakukan negosiasi agar pelaku menyerahkan diri. Drama penangkapan pelaku pun sempat terjadi.

Saat keluar, pelaku masih membawa golok. Aparat bersama warga akhirnya bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan pelaku tanpa menimbulkan korban tambahan.

"Pelaku kemudian diamankan dan langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk penanganan medis kejiwaan," katanya.

Dia mengatakan, penanganan di lokasi melibatkan unsur aparat dan pemerintah setempat, mulai dari pihak kecamatan, kepolisian, TNI, hingga BPBD Kabupaten Sukabumi.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit. Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Gunungguruh tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads