Blender Jadi Akhir Perjalanan Narkoba di Sukabumi

Blender Jadi Akhir Perjalanan Narkoba di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 17:00 WIB
Pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejari Sukabumi.
Pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejari Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi memusnahkan sejumlah barang bukti dari tindak pidana yang sudah inkrah di pengadilan. Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 248 perkara, termasuk Undang-undang Darurat kepemilikan senjata api ilegal.

Barang bukti yang dimusnahkan yaitu jenis narkotika sabu 76,0911 gram, daun ganja kering 188,5248 gram, obat-obatan 99.678 butir, handphone 18 unit, tas 15 buah, alat hisap (bong) 8 buah, baju 12 buah, senjata tajam 25 buah, senjata api satu buah, timbangan digital 18 buah dan miras oplosan 250 botol.

Barang bukti tersebut dihancurkan dengan cara dibakar dan diblender. Sedangkan senjata tajam dan senjata api rakitan menyerupai colt dihancurkan dengan menggunakan gergaji.


Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Siju mengatakan, pemusnahan barang bukti ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan barang-barang yang sudah selesai prosea hukumnya.

"Untuk menghindari penyalahgunaan ini barang bukti kita musnahkan. Harapan kita dengan pemusnahan ini, pertama ini kan udah inkrah, kedua dengan putusan itu kan harus kita selesaikan semuanya baik barang buktinya dan eksekusi terhadap terpidana itu tuntas," kata Siju di Kantor Kejari Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/11/2022).

Dia mengungkapkan, kasus narkoba masih mendominasi kasus pidana di Kabupaten Sukabumi dengan total perkara sebanyak 109 perkara. Menurutnya, upaya pencegahan harus terus digalakkan demi generasi muda dan masyarakat Sukabumi.

Pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejari Sukabumi.Pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejari Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikJabar

"Jadi kalau kita memang dari pemerintah itu menggalakkan pencegahan dari narkotika baik itu ganja atau sabu karena dampak dari penyalahgunaan narkotika itu sangat berbahaya apalahi terhadap generasi muda dan masyarakat di sekitar kita," ujarnya.

Sementara itu, Gema Wahyudi selaku Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi menambahkan, pemusnahan senjata api rakitan itu masuk dalam perkara Undang-undang Darurat kepemilikan senjata api ilegal. Dia mengatakan, pistol itu ditemukan saat razia lalu lintas di wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Senjata rakitan yang ditangkap di jalan pas razia waktu itu razia lalu lintas. Ketika ditanya surat-suratnya dia tidak bisa menunjukkan. Bukan digunakan untuk kejahatan, itu warga biasa," kata Gema.

Dia menyebut, pemilik menyimpan senjata api itu untuk berjaga-jaga. "Pengakuannya untum jaga-jaga, bela diri. Kira-kira putusan bulan September atau Oktober," tutupnya.

(orb/orb)