Ahli Hukum Pidana Dihadirkan di Sidang Doni Salmanan

Ahli Hukum Pidana Dihadirkan di Sidang Doni Salmanan

Yuga Hassani - detikJabar
Senin, 26 Sep 2022 15:10 WIB
Sidang Doni Salmanan.
Sidang Doni Salmanan. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Terdakwa kasus penipuan aplikasi Quotex, Doni Salmanan kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung. Dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengadirkan ahli hukum pidana dari Universitas Trisakti, Effendi Saragih (64).

Dalam persidangan, Effendi menjelaskan afiliator merupakan seorang yang menjadi penyambung atau penghubung dari satu pihak ke pihak lain. Intinya, menurutnya orang tersebut yang menyampaikan sesuatu hal.

"Penghubung dengan pengelola atau konsumen atau masyarakat yang mau melakukan trading. Platform Quotex pengelola perdagangan trading," ucap Effendi saat menjawab pertanyaan Majelis Hakim Ketua Achmad Satibi, Senin (26/9/2022).


Effendi menyebutkan apa yang dilakukan Doni Salmanan, jika mengacu kepada undang-undang ITE, tidak disebutkan adanya pelarangan.

"Jika di Undang-undang ITE ada di pasal 27 sampai 36. Dalam pasal tersebut tidak menyebut secara langsung pelarangan. Kalau diancam pidananya oleh pasal 45 sampai 51," katanya.

Menurutnya semua masyarakat bisa membuka apapun di internet, termasuk membuka aplikasi Quotex. Namun harus memiliki legalitas yang jelas.

"Saya pikir ada ketentuan tersendiri untuk trading, semua harus punya izin di Indonesia. Kalau mau punya usaha, harus punya izin dari negara. Kalau tidak ada izin, tidak boleh beroperasi," ucapnya.

Effendi menilai dalam kasus tersebut ada dugaan yang dilakukan terdakwa mengiming-imingi masayarakat. Tapi di saat bersamaan masyarakat juga bisa mengaksesnya dengan bebas.

"Tapi tidak boleh mengiming imingi, memberikan informasi tidak benar," jelasnya.

"Jika tidak sesuai dengan yang sebenarnya, tidak sesuai dengan kenyataan, tapi disampaikan kepada orang lain. Yang disampaikannya tidak sesuai dengan sesungguhnya, dan menyesatkan," kata Effendi.

Effendi mengatakan aplikasi tersebut sangat terbuka bisa diakses masyarakat. Sehingga merupakan hak masyarakat untuk mengikutinya dan mereka telah mengetahui konsekuensinya.

"Pasti kan kalau kita melakukan sesuatu, terus ada hasilnya, 'saya sudah bisa apa, gara-gara melakukan ABCD', akhirnya orang lain yang mengikuti pasti menginginkan, dan mengikutinya karena melihat keberhasilan itu," tuturnya.

"Tapi kan ada sistem orang itu memberikan informasi yang salah ke orang itu. Pasti ditembus terus, akhirnya jebol, orang yang memberikan keterangan itu yang harus mempertanggung jawabkan," tambahnya.

Lalu apa yang dilakukan Doni dalam kasus ini dalam pandangan Effendi? "Menawarkan keuntungan dan cara menawarkan dengan cara menunjukan hasil keuntungannya. Itu yang ditawarkan kepada masyarakat," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Doni Salmanan didakwa melakukan penipuan kala menjadi afiliator. Jaksa mengungkap awal mula Doni Salmanan menjadi afiliator platform Quotex.

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bale Bandung mengatakan mulanya Doni Salmanan mendaftar ke platform Quotex pada Maret 2021. Quotex sendiri merupakan perusahaan platform broker dengan sistem binary option menyerupai trading.

(orb/orb)