2 Pemuda Bandung Jual Uang Palsu, Untungnya Buat Beli Sabu!

2 Pemuda Bandung Jual Uang Palsu, Untungnya Buat Beli Sabu!

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 26 Sep 2022 14:53 WIB
Pemuda Bandung ditangkap edarkan uang palsu
Pemuda Bandung ditangkap edarkan uang palsu (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

FC (24) dan MR (25) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian akibat ulah mereka memalsukan dan menyebarkan uang palsu di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

Dua pemuda asal Kota Bandung itu bertransaksi di sejumlah toko kelontong dan warung kecil dengan uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Uang yang mereka palsukan juga merupakan uang jenis baru yang belum banyak beredar.

"Kami telah mengamankan 2 pelaku yakni FC dan MR kaitan dengan memalsukan kemudian menyimpan dan mengedarkan uang rupiah yang dipalsukan tersangka," ungkap Wakapolres Cimahi Kompol Niko N Adiputra saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Senin (26/9/2022).


Uang tersebut dibuat dan dicetak oleh kedua tersangka menggunakan peralatan rumahan, mulai dari kertas roti, kertas nasi, printer, cap, hingga catokan untuk membuat uangnya tampak mengkilap seperti uang asli.

"Jadi uang itu diprint dengan kertas roti, nanti ditambahkan cap dan hologram. Nah ada catokan, itu fungsinya untuk membuat lembar uang palsu itu mengkilap," tutur Niko.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Rizka Fadhilla mengatakan kedua tersangka sudah melakukan aksi pemalsuan uang rupiah dan mengedarkannya sejak tiga bulan belakangan.

"Jadi mereka ini sudah 3 bulan beraksi. Per minggu itu bisa mencetak sampai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta uang palsu pecahan Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu," ucap Rizka.

Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku belajar memalsukan uang secara otodidak. Terlebih mereka sebelumnya sempat menjadi korban transaksi uang palsu.

"Alasannya karena ekonomi dan mereka ini juga korban transaksi uang palsu. Dari situ mereka belajar hal yang serupa dari medsos dan ngulik sendiri. Setelah berhasil, mereka coba edarkan ke warung-warung dengan cara membeli rokok," kata Rizka.

Sementara keuntungan yang mereka peroleh dari uang kembalian para pedagang diindikasikan dibelikan narkotika jenis sabu. Hal itu karena saat ditangkap kedua tersangka positif menggunakan sabu.

"Ternyata saat ditangkap mereka juga positif sabu. Jadi ada kemungkinan hasil kejahatan itu dibelikan narkotika juga," ujar Rizka.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 1, 2, dan 3 UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dibelikan Rokok

Sementara itu, salah seorang korban Iki (45) bercerita soal ulah kedua pelaku. Menurutnya, para pelaku menyerahkan uang pecahan Rp 100 ribu untuk beli sebungkus rokok

Kejadian itu dialami Iki beberapa hari lalu. Saat dia sedang berjaga di warung miliknya di Jalan Tagog, Kota Cimahi. Sekitar jam 17.00 WIB ada dua orang pria yang datang hendak membeli rokok, tanpa curiga ia melayani pembeli itu seperti biasanya.

"Awalnya ya ada yang beli rokok, dia pakai uang baru pecahan Rp 100 ribu. Ya saya pikirnya itu asli karena kan sebelumnya belum pernah lihat," kata Iki.

Pria itu membeli sebungkus rokok seharga Rp 27 ribu dengan uang pecahan Rp 100 ribu jenis baru. Iki kemudian memberikan rokok serta uang kembalian Rp 73 ribu pada pembeli tersebut.

"Baru setelah pergi si pembelinya saya cek uangnya, jadi dia kasih uangnya itu dilipat-lipat. Ternyata waktu saya cek, palsu. Saya coba tanya teman, ternyata memang palsu uangnya," kata Iki.



Simak Video "Penangkapan 2 Pria Pembuat dan Pengedar Uang Palsu di Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)