Round Up

Rekam Jejak Para Koruptor yang Bebas dari Lapas Sukamiskin

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 07 Sep 2022 08:30 WIB
Lapas Sukamiskin
Lapas Sukamiskin (Foto: Mochamad Solehudin)
Bandung -

Enam koruptor yang mendekam di Lapas Sukamiskin bebas bersyarat. Mulai dari Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali hingga 3 mantan bupati di Jabar.

Para koruptor yang bebas ini di antaranya mantan Menag Suryadharma Ali, mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialias Akbar, eks Gubernur Jambi Zumi Zola, eks Bupati Cianjur Irvan Rivano Mucthtar, eks Bupati Subang Ojang Sohandi dan eks Bupati Indramayu Supendi. Mereka bebas dari Lapas Sukamiskin pada Selasa (6/9) kemarin.

"Mereka bebas bersyarat. (dibebaskan) karena memenuhi hak mereka sesuai Undang-undang," ujar Kalapas Sukamiskin Elly Yuzar kepada detikJabar.


detikJabar merangkum rekam jejak para koruptor sebelum akhirnya bebas dari jeruji. Adapun jejaknya sebagai berikut :

1. Suryadharma Ali

Suryadharma Ali dihukum 6 tahun penjara serta uang pengganti Rp 1,821 miliar pada tahun 2016. Suryadharma terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Suryadharma juga terbukti menyelewengkan dana operasional menteri Rp 1,8 miliar. Penggunaan DOM ditegaskan majelis hakim tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur penggunaan DOM.

Sebagaimana diketahui, pada 11 Januari 2016, Suryadharma dihukum 6 tahun penjara serta uang pengganti Rp 1,821 miliar. Suryadharma terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Suryadharma juga terbukti menyelewengkan dana operasional menteri Rp 1,8 miliar. Penggunaan DOM ditegaskan majelis hakim tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur penggunaan DOM.

Dia mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Akan tetapi, upayanya kandas di tangan hakim Mahkamah Agung (MA). MA menolak PK dari eks Menag tersebut.

2. Patrialis Akbar

Patrialis Akbar divonis 8 tahun penjara. Patrialis terbukti melakukan tindak pidana korupsi saat menjadi hakim konstitusi.

Patrialis terbukti menerima USD 10 ribu dari pengusaha Basuki Hariman. Uang tersebut disebutkan hakim untuk biaya umrah Patrialis.

Uang tersebut diterima agar Patrialis untuk mempengaruhi perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Patrialis melakukan perlawanan dengan mengajukan PK ke Mahkamah Agung (MA). Gayung bersambut, PK lantas disetujui hakim MA.

"Menyatakan Pemohon PK/Terpidana Patrialis Akbar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'Korupsi secara bersama-sama dan berlanjut'. Menjatuhkan pidana kepada Pemohon PK/Terpidana dengan pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda sebesar Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) subsider pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro dalam pesan singkatnya ke detikcom, Jumat (30/8/2019).

Hukuman ini lebih ringan dari hukuman sebelumnya yaitu 8 tahun penjara. Duduk sebagai ketua majelis Andi Samsam Nganro dengan anggota LL Hutagalung dan Sri Murwahyuni.

Menurut majelis, Patrialis hanya menerima uang sejumlah US$ 10.000 yaitu separuh dari jumlah pemberian uang saksi Basuki Hariman sebesar Rp US$ 20.000 melalui saksi Kamaluddin dan sisanya US$ 10.000 tidak diterima oleh Pemohon PK melainkan digunakan untuk kepentingan sendiri saksi Kamaluddin. Kamaludin adalah orang kepercayaan Patrialis.

"Jadi jumlah uang yang diperoleh Pemohon PK/Terpidana adalah US& 10.000. dan uang untuk kepentingan main golf bersama saksi Kamaluddin sebanyak Rp 4.043.195," ucapny

Uang tersebut diterima Patrialis untuk mempengaruhi perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait permohonan uji materi UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Patrialis akhirnya kena OTT yang dilakukan KPK.



Simak Video "Momen Jokowi Pamer 3 Kasus Korupsi Besar Terbongkar!"
[Gambas:Video 20detik]