Kabar Nasional

Riuh Suara Publik Minta Putri Candrawathi Ditahan

Tim detikNews - detikJabar
Minggu, 04 Sep 2022 11:30 WIB
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bandung -

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi belum ditahan meski ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Putri tak ditahan karena alasan kemanusiaan dan memiliki anak kecil.

Akibatnya, kini muncul desakan dari publik supaya Putri Candrawathi segera ditahan. Desakan itu muncul dari berbagai pihak baik dari parlemen hingga elemen masyarakat. Mereka membandingkan Putri dengan kasus perempuan lainnya yang jadi tersangka dan memilik anak kecil namun masih tetap ditahan.

Berikut rangkuman detikJabar seperti dilansir dari detikNews, Minggu (4/9/2022) mengenai desakan supaya Putri Candrawathi segera ditahan:

IPW Minta Penyidik Segera Tahan Putri

Indonesia Police Watch (IPW) meminta penyidik Polri segera menahan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Ada tiga alasan IPW menilai Putri patut ditahan, salah satunya karena dia tersangka pembunuhan berencana.

"Sudah saatnya penyidik timsus melakukan penahanan terhadap Nyonya Putri," ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).

Sugeng mengatakan alasan pertama adalah Putri seorang tersangka pidana berat yang terancam hukuman mati. Kedua, Putri dinilai tidak kooperatif.

"Nyonya putri terlihat tidak kooperatif karena ada keterangan yang bertentangan dengan saksi atau tersangka lain," katanya.

Alasan ketiga, Sugeng menilai alasan 'kemanusiaan' tidak menahan Putri adalah tindakan diskriminatif. Menurutnya, banyak kasus serupa yang tersangkanya wanita ditahan oleh polisi.

Sugeng mengatakan alasan pertama adalah Putri seorang tersangka pidana berat yang terancam hukuman mati. Kedua, Putri dinilai tidak kooperatif.

"Nyonya putri terlihat tidak kooperatif karena ada keterangan yang bertentangan dengan saksi atau tersangka lain," katanya.

Alasan ketiga, Sugeng menilai alasan 'kemanusiaan' tidak menahan Putri adalah tindakan diskriminatif. Menurutnya, banyak kasus serupa yang tersangkanya wanita ditahan oleh polisi.

"Alasan kemanusiaan Nyonya Putri yang masih memiliki anak adalah bisa dinilai sebagai perlakuan diskriminatif oleh penyidik Polri. Karena penyidik Polri lain dalam perkara-perkara tindak pidana yang melibatkan wanita atau perempuan yang memiliki anak juga ditahan," jelasnya.

Pengacara Brigadir J Sebut Penahanan Putri Jadi Taruhan Citra Polri

Polri dianggap memberi perlakuan berbeda terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Sebab, Putri tidak ditahan meski statusnya tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat.

"Polri seharusnya segera tahan! Semua harus sama di mata hukum, tidak tebang pilih," kata pengacara keluarga Brigadir J, Yonathan Baskoro, kepada wartawan, Jumat (2/9).

Yonathan khawatir, jika Putri tidak ditahan, berpotensi menimbulkan permasalahan baru. Putri dianggap bisa membuat skenario lain dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

"Ini kalau PC nggak ditahan, dia bisa saja buat-buat skenario lain, dan citra Polri institusi yang ingin kita jaga ini menjadi taruhannya di mata masyarakat," ujarnya.

Yonathan juga membandingkan Putri Candrawathi dengan sejumlah kasus yang menjerat tersangka lainnya yang berstatus ibu. Salah satunya kasus Prita Mulyasari, yang sempat mendekam di balik jeruji besi akibat pencemaran nama baik.

YLBHI Nilai Polri Tak Adil karena Putri Tak Ditahan

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur memandang Polri perlu membuat kajian jelas tentang penahanan seorang wanita yang berstatus tersangka. Hal ini disebabkan karena istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC), tidak ditahan.

"Ya tentu pertimbangan tidak menahan tuh bagian kebijakan yang selama ini juga diperjuangkan masyarakat sipil, apalagi perempuan dengan kondisi misalnya punya anak kecil. Tapi, problemnya adalah indikatornya nggak jelas, gitu," ujar Isnur kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).

Ketidakadilan nampak jelas. Simak di halaman berikutnya.




(ral/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork