Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J tewas ditembak. Usai ditembak, jasad ajudan Irjen Ferdy Sambo tersebut dibawa ambulans dan dikawal perwira menengah.
Momen tersebut terungkap dalam sidang etik Ferdy Sambo beberapa waktu lalu. Sebagaimana laporan tim investigasi detikX, jasad Yoshua dibawa ambulans pada pukul 19.15 sampai 19.30 WIB.
Ambulans itu diketahui datang atas permintaan Kabag Gakkum Roprovos Divpropam Kombes Susanto. Dia juga dalam sidang mengaku permintaan ambulans tersebut atas perintah Sambo.
Selain memanggil ambulans, Kombes Susanto juga ikut mengawal jenazah Brigadir J ke RS Kramat Jati, Jakarta Timur.
Baca juga: Bersih-bersih Darah Geng Sambo |
Setelah jenazah diangkut, seorang asisten rumah tangga di rumah dinas Sambo tiba-tiba saja menyiram darah di TKP dengan seember air. Melihat tindakan ART itu, Kombes Budhi Herdi menanyakan siapa yang memerintahkannya menyiram darah tersebut.
"Perintah Bapak (Ferdy Sambo)," tutur ART itu kepada Budhi.
Simak Video "Video: Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi ke Singapura"
(dir/dir)