2 Kurir Sabu Rp 29 M di Sukabumi Diancam Pidana Mati!

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 16 Agu 2022 18:23 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom
Sukabumi -

Kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 24 kilogram bergulir di pengadilan. Para terdakwa ini didakwa pasal berlapis hingga ancaman pidana mati.

Sidang beragenda pembacaan dakwaan itu berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Sukabumi pada Selasa (16/8/2022). Dalam perkara ini, ada dua orang terdakwa yakni Yusuf Supriatna alias Bolu dan Hardiansyah alias Epen. Sidang digelar secara daring.

"Yusuf Supriatna alias Bolu dan Hardiansyah alias Epen didakwa dengan pasal ke 1 melanggar pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dakwaan kedua alternatif yaitu dakwaan pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 uu RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman pasal ini maksimal pidana mati," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Sukabumi Dhiki Kurnia usai persidangan.


Dhiki mengatakan atas dakwaan tersebut, pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya tak akan mengajukan keberatan atau eksepsi. Mereka menerima atas dakwaan tersebut.

"Dari pihak penasihat hukum terdakwa tidak mengajukan keberatan atau eksepsi, sidang selanjutnya tanggal 23 pekan depan,"pungkas dia.

Sementara itu Zardi Khaitami kuasa hukum dari kedua terdakwa menjelaskan pihaknya mengawal kedua terdakwa. Dia akan meyakini majelis hakim soal peran kliennya sebagai kurir bukan bandar.

"Hari ini sidang pertama, dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap klien kami. Mereka dijerat beberapa pasal terkait narkotika, mereka juga terancam jeratan hukuman mati. Tugas kami disini adalah meyakinkan majelis hakim bahwa klien kami ini berperan sebagai kurir bukan pengedar seperti yang digembor-gemborkan," kata penasihat hukum terdakwa, Zardi Khaitami, Selasa (16/8/2022).

Zardi mengatakan, kedua orang kliennya hanyalah buruh serabutan dengan latar belakang kurang mampu. Meskipun begitu menurut Zardi, keduanya layak mendapat pembelaan hukum. Ia mengatakan keluarga terdakwa mendatangi Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di PN Cibadak.

"Mereka mengakui kok, bahwa mereka ini kurir namun membantah sebagai pengedar pada kasus tersebut. Kami merasa terpanggil untuk memberikan pembelaan karena kondisi terdakwa ini kurang mampu, kami dari LBH Masyarakat Pasundan membantu mereka tanpa ada pungutan biaya," ungkap Zardi.

"Dalam pandangan kami, mereka ini kurir hanya suruhan dari orang lain, kami akan berupaya bagaimana majelis hakim jangan sampai hukuman mati. Bukan tidak mungkin kita ke depan mengungkap siapa dalang dibalik pemilik narkotika sabu tersebut," sambungnya.

Diberitakan, satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi menggagalkan peredaran 24,479 kilogram narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Total dua orang pelaku diamankan dan satu pelaku lainnya masih berstatus DPO.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, dua pelaku ditangkap di Kampung Caringin, Kecamatan Cicurug. Pelaku inisial YS (34) dan YH (23).



Simak Video "Polisi di Parepare Gagalkan Penyelundupan 11 Kg Sabu-sabu"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)