Kabar Nasional

6 Fakta Teranyar Kasus Tewasnya Brigadir J

Tim detikNews - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 09:02 WIB
Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat semasa hidup (foto: istimewa)
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J terus berlanjut. Beragam fakta baru bermunculan dalam kasus tersebut.

detikJabar merangkum beberapa informasi teranyar dari kasus yang menyorot perhatian publik itu. Apa saja?


1. Ferdy Sambo Dibawa ke Mako Brimob


Personil Brimob Polri membawa Irjen Ferdy Sambo. Eks Kadiv Propam itu dibawa ke Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

Dilansir dari detikNews, Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob diduga berkaitan dengan kasus penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Kabar dibawanya Ferdy Sambo didapat dari sumber terpercaya detikcom. Ferdy Sambo dibawa setelah diperiksa di gedung Bareskrim Polri pada Sabtu (6/8/2022).

Alasan dibawanya Ferdy Sambo ke Mako Brimob tersebut dalam rangka pemeriksaan khusus.

"Kegiatan pemeriksaan gabungan, ya ini Wasriksus, Pengawasan Pemeriksaan Khusus terhadap perbuatan Irjen FS. Yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam tindak pidana meninggalnya Brigadir J," kata Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo saat jumpa pers di Mabes Polri.

Dari pemeriksaan, Wasriksus sudah memeriksa 10 saksi dan beberapa barang bukti. Irjen Ferdy Sambo diduga melanggar profesionalitas.

"Dari Riksus menetapkan bahwa Irjen Pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut ketidakprofesionalan di dalam oleh TKP," ujarnya.

2. Irjen Ferdy Sambo Ambil CCTV

Irjen Ferdy Sambo diduga melanggar etik terkait kematian Brigadir J. Salah satu yang jadi persoalan, Ferdy Sambo mengambil CCTV.

"Dari Riksus menetapkan bahwa Irjen Pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut ketidakprofesionalan di dalam olah TKP," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat konpers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (6/8/2022).

Maksud tidak profesionalnya FS adalah berkaitan dengan TKP kematian Brigadir J. Dedi mencontohkan perihal CCTV yang disorot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"(Ketidakprofesionalan) dalam pelaksanaan olah TKP seperti Pak Kapolri sampaikan, terjadi misalnya pengambilan CCTV dan lain sebagainya," jelas Dedi.



Simak Video "Ajudan Istri Sambo Ditahan, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana"
[Gambas:Video 20detik]